Kelapa Berubah Menjadi Kepala

Kamis, April 01, 2021 Majalah Holiday 0 Comments



Cerita mengenai orang yang menemukan kelapa, kemudian berubah menjadi kepala merupakan cerita yang begitu familiar. Pasti generasi seusia kita, ketika kecil pernah mendengar cerita tersebut. Kayaknya setiap daerah memiliki cerita yang hampir sama perihal kelapa yang berubah menjadi kepala. Saya curiga, jangan-jangan mereka memiliki semacam paguyuban atau komunitas.

Di daerah saya sendiri hantu yang hanya berupa kepala ini disebut dengan Endas Kluntung. Endas sendiri merupakan bahasa Jawa, yang berarti kepala. Begitu juga dengan kluntung yang berarti menggelinding. Hantu ini suka menggelinding ke sana ke mari, menggelinding seperti bola. Itulah sebabnya mengapa dinamakan Endas Kluntung.

Kemunculan makhluk tersebut di era sekarang jarang, atau bahkan bisa dikatakan tidak menunjukkan eksistensinya lagi. Generasi-generasi sekarang pasti tidak mengenal hantu tersebut. Mungkin hal ini dikarenakan kebun-kebun kini beralih menjadi pemukiman, dan jaringan listrik sudah ada di mana-mana. Selain itu juga generasi sekarang sibuk main dengan gawai, sehingga para dedemit ini bingung mau menakuti siapa.

Ada beberapa cerita mengenai penampakan Endas Kluntung ini yang selalu diceritakan oleh kawan-kawan ketika jam kosong. Di jam seperti itulah kami ngerumpi, sambil membentuk lingkaran, dan bercerita soal pengalaman horor, semua mendapat giliran bercerita hal mistis tersebut.

"Kamu tau nggak kalau kebun kelapa, di pinggir sungai di kampung kita itu angker," kata Huda mengawali ceritanya. "Angker kayak gimana," ujar yang lain dengan kompak. "Jadi gini nih, suatu malam orang dari desa sebelah. Itu hendak pulang. Karena ingin cepat-cepat sampai ke rumah, diputuskan lah untuk melewati jalan pintas." Ujar Huda, "Terus lanjut," ujar kami semua dengan kompak.

"Seperti yang kalian ketahui, kebun kelapa tersebut merupakan jalan pintas untuk menuju desa sebelah. Nah saat berada di kebun tersebut, ia mendengar suara kelapa jatuh. Ia pikir lumayan nih dapat kelapa, mumpung sepi nggak ada yang lihat. Di carilah sumber suara tersebut, dan ternyata benar ada kelapa, ternyata setelah di angkat kelapa tersebut berubah menjadi kepala dengan wajah yang menyeramkan dan bertaring."

"Lalu apa yang terjadi pada orang tersebut?" tanya Hani, "orang tersebut langsung melemparkan kelapa tersebut, dan berlari sekuat tenaga untuk menuju rumah, untungnya orang tersebut selamat sih, tidak terjadi apa-apa." Jawab Huda.

"Saya juga ada cerita mengenai penampakan hantu Endas Kluntung, kalian tahu kan tanjakan di desa sebelah?," tanya Aris. "Iya tau," jawab yang lain dengan kompak dan wajah serius. "Di daerah itu juga sering muncul penampakan makhluk tersebut, menggelinding dari atas ke bawah atau sebaliknya, apalagi di situ nggak ada penerangan, membuat kesan menyeramkan bertambah," ujar Aris.




"Jam sepuluh malam ke atas, tidak ada yang berani melewati jalan tersebut. Kemunculan makhluk tersebut ditandai dengan mesin motor yang mogok, sehingga harus di dorong, dan di saat itulah makhluk tersebut menggelinding di samping motor," kata Aris. "Kamu pernah mengalami kejadian tersebut di situ?" tanya Izal, "Tidak juga, tetapi yang pernah mengalaminya tetanggaku," jawab Aris.

"Lalu bagaimana ceritanya?," tanya kami semua penasaran. "Ketika itu ia habis nonton orgen tunggal di desa sebelah. Acara tersebut selesai pukul satu dini hari, kawan-kawan yang mengajaknya menonton acara tersebut tidak berani pulang, mereka lebih memilih tidur di emperan. Begitu juga dengan penonton yang lain, lebih memilih menunggu waktu Subuh, sambil begadang," jelas Aris.

"Akhirnya ia memutuskan untuk pulang sendirian, namun ketika hendak melewati tanjakan yang gelap gulita tersebut, motor yang dia tumpangi mogok. Sehingga dia harus mendorong motornya, ketika itulah Endas Kluntung muncul di samping motor, menggelinding mengikuti motor yang di dorong. Menyadari akan kemunculan makhluk tersebut, dia langsung berlari, meninggalkan motor tersebut, dan motor tersebut diambil keesokan harinya saat Subuh." Ujar Aris.

Cerita kami terhenti tatkala Pak Guru datang ke kelas, kami lu segera berhambur menuju bangku masing-masing, dan aktivitas belajar mengajar pun dimulai. Endas Kluntung tidak menampakkan diri lagi menakut-nakuti orang yang lewat. Mungkin karena kebun kelapa tersebut tidak dilewati oleh orang-orang saat malam hari, sementara itu penerangan di tanjakan tersebut sudah ada. Sehingga tidak menyeramkan lagi.

Sumber :Kompasiana.com

0 comments: