Kemenperin Dukung Penggunaan Kendaraan Listrik di Destinasi Wisata



Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung implementasi penggunaan kendaraan listrik di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di daerah destinasi wisata. Upaya ini akan berkontribusi pada pembangunan total value chain kendaraan listrik serta mempercepat industrialisasi kendaraan listrik di Tanah Air.
 
"Misalnya yang dilaksanakan di Bali, ini merupakan satu langkah strategis menciptakan pasar dalam negeri, membangun ekosistem kendaraan listrik, sekaligus mempromosikan EV Ecotourism yang akan mendukung daya tarik wisata di Bali dan Indonesia secara keseluruhan," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada peresmian Toyota EV Mobility Project seperti dikutip dari siaran pers.
 
Agus mengungkapkan implementasi penggunaan kendaraan listrik menjadi momen penting sekaligus membuktikan bahwa sektor manufaktur dan pariwisata berjalan dengan sinergi dalam upaya memacu pemulihan ekonomi nasional. Ia pun menyambut baik kerja sama antara Toyota Indonesia dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dalam upaya meluncurkan pilot project untuk pengembangan kendaraan listrik di Bali.

"Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya, dan kami juga berharap kepada pemerintah provinsi agar dapat menindaklanjuti melalui penerapan zona-zona khusus kendaraan listrik di wilayah Bali," tuturnya.
 
Agus optimistis pelaksanaan proyek percontohan tersebut akan ikut berperan mendukung upaya pemerintah dalam mempopulerkan kendaraan listrik kepada masyarakat luas, serta mengakselerasi program percepatan pengembangan kendaraan listrik sesuai amanat Perpres Nomor 55 Tahun 2019.
 
"Bahkan, membantu pemerintah dalam mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29 persen dari business as usual dengan upaya sendiri pada 2030," jelas dia.
 
Di samping itu, Agus juga mendorong pendekatan pilot project serupa dapat diterapkan di lima lokasi destinasi wisata super prioritas yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Danau Toba (Sumatra Utara), Likupang (Sulawesi Utara), dan Borobudur (Jawa Tengah).
 
"Langkah tersebut tentunya akan dapat mendukung target dari program Making Indonesia 4.0, dengan industri kendaraan bermotor nasional bisa menjadi pemain global dan ekspor hub kendaraan bermotor baik untuk kendaraan berbasis bahan bakar minyak (Internal Combustion Engine/ICE) atau kendaraan listrik (EV)," urai Agus.
 
Sementara itu, President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Susumu Matsuda menyampaikan bahwa EV Smart Mobility merupakan proyek besar yang dapat menjadi contoh konkret untuk mendukung pemanfaatan teknologi elektrifikasi bagi masyarakat luas.
 
Guna memberikan pilihan lengkap bagi masyarakat, project EV Smart Mobility menyediakan tiga lineup kendaraan elektrifikasi Toyota dengan total 30 unit. Terdiri dari 20 unit Toyota COMS (BEV), lima unit Toyota C+pod (BEV), dan lima unit Toyota Prius PHEV.


Sumber :Medcom.id

No comments

Powered by Blogger.