Kisah Mistis Keberadaan Lonceng di Kantor Damkar Surabaya



"Pantang pulang sebelum api padam, walaupun nyawa taruhannya". Kalimat ini selalu dipegang teguh seluruh personel pemadam kebakaran (Damkar) di balik rompi oranye, helm, dan sepatu bot yang mereka pakai saat bertugas di lapangan.

Semua orang tahu tugas mereka adalah menangani kebakaran. Namun siapa sangka di kantor Damkar Surabaya Pos Rayon Pasar Turi, ada kisah mistis dialami petugas. Ada sejumlah cerita hingga pantangan yang harus tetap dijunjung tinggi para petugas.

Percaya atau tidak, para pemadam kebakaran ini mengaku pernah menemui hal-hal gaib saat melakukan penyelamatan. Tak hanya para anggota Damkar Surabaya saja, para pengambil kebijakan seperti Kepala Dinas Damkar Kota Surabaya Dedik Irianto dan juga Kabid Operasional Bambang Vistadi juga pernah mengalaminya.

Saat ditemui detikcom di Pos Rayon Pasar Turi, Bambang Vistadi menceritakan pengalamannya selama lebih 10 tahun menjadi petugas Damkar Kota Surabaya. Sebuah lonceng peninggalan Belanda yang tergantung di tengah kantor tak boleh dibuat main-main, jika tidak ingin ada peristiwa kebakaran benar-benar terjadi.

"Kalau untuk tanda-tanda kebakaran, kita sudah ada lonceng kebakaran. Itu mulai zaman Belanda sudah ada dan tidak boleh dibuat main-main. Kalau tandanya teng, satu kali itu tandanya berkumpul. Kalau teng-teng tiga kali itu tandanya ada kebakaran," ungkap Bambang.

Dia mewanti-wanti saat membunyikan lonceng tersebut digunakan sesuai yang dibutuhkan. Dirinya tidak mau mengkeramatkan lonceng tersebut, namun sejak bertugas selama 10 tahun kerap terjadi hal itu. Dirinya berusaha tidak mempercayai hal itu, namun hal tersebut sering terjadi.

"Jika main-main dengan lonceng tersebut, sudah beberapa kali kejadian kebakaran. Selama saya 10 tahun di sini ya sama, siapa yang main-main dengan lonceng itu bisa terjadi kebakaran besar," lanjutnya.

Salah satu petugas damkar, Anjik Hernowo, yang juga Danton 3 Rayon 1 (PMK) Pasar Turi mengaku benar-benar tidak berani memainkan lonceng di Pos Rayon Pasar Turi jika tidak ingin terjadi kebakaran.

"Kalau dibunyikan sekali, itu pertanda untuk rapat atau senam. Kalau untuk mainan tidak boleh. Karena itu sering terjadi (Kebakaran)," ungkap Anjik.

Selain ada hal mistis di kantor rayon Pos Pasar Turi, banyak pantangan yang harus dihindari personel damkar saat melakukan pemadaman. Salah satunya tidak mengambil barang orang lain saat melakukan pemadaman

"Sejak awal sudah kita sampaikan, yang namanya korban (Kebakaran) itu, sudah korban, jangan ditambahi (Kesusahan). Artinya itu sudah ada korban, malah mengambil barangnya, itu sudah pantangan sekali bagi kita sebagai petugas," kata Bambang.


Sumber :Detiknews

No comments

Powered by Blogger.