Masjid Pink di Iran, Wujud Kreativitas Islam dalam Arsitektur


Masjid Nasir Al-Mulk di Iran. (iStockphoto/mazzzur)

Selain ibu kota Tehran, Shiraz juga salah satu terpenting di Iran, terutama karena sejarah penyebaran Islam di sana.

Sebagai salah satu kota tertua di Iran, Shiraz juga sarat seni dan budaya, salah satunya yang terlihat dalam arsitektur Masjid Nasir al-Mulk atau Masjid Pink.

Tak terbantahkan, Masjid Nasir al-Mulk ialah satu di antara masjid terindah di dunia, bahkan di Iran.

Dengan kaca patri yang mempesona, ribuan ubin bercat di langit-langit dan permadani Persia yang menutupi lantai, tempat ibadah ini bagai kaleidoskop.

Uploading: 277160 of 277160 bytes uploaded.

Di dalam masjid ada halaman terbuka dengan kolam persegi panjang di tengahnya, dikelilingi oleh bunga.

Fasad bangunan menampilkan lusinan lengkungan bergaya Arab, menambah keindahan pertunjukan cahaya dari kaca patri.

Masjid Nasir al-Mulk dibangun antara tahun 1876 dan 1888, selama dinasti Qajar, yang memerintah Iran dari tahun 1785 hingga 1925.

Masjid ini dijuluki Masjid Pink karena banyaknya ubin berwarna merah muda yang menyelimuti langit-langit.

Waktu terbaik untuk mengunjungi masjid adalah di pagi hari, saat matahari memantulkan pola kaca patri ke lantai.

Arsiteknya Mohammad Hasan-e-Memār - yang juga membangun Taman Eram nan indah, bersama Mohammad Hosseini Shirazi dan Mohammad Rezā Kāshi-Sāz-e-Širāzi.

Penempatan kaca mozaik di dalam masjid menjadi catatan sejarah, bahwa kerajinan tangan di Iran sangat maju pada saat itu.

Sang pemimpin, Mirza Hasan Ali Nasir al-Mulk, juga sangat terbuka dengan budaya Eropa dan Amerika.

Sehingga ia meminta eksterior dan interior masjid dibuat semodern mungkin, termasuk kaca mozaik bermotif bunga.

Tak hanya kacanya saja yang mengagumkan, hamparan permadani Persia dengan warna yang apik menambah keindahan masjid ini.

Interior masjid ini patut diapresiasi, mengingat pada masa itu sebagian besar pada pekerja membangun segala keindahan Masjid Nasir al-Mulk tanpa bantuan alat yang canggih.

Untuk bisa menikmati pemandangan bak kaleidoskop di sini, turis bisa datang pada pukul 09.00 sampai 11.00.

Karena ini tempat ibadah, maka turis wajib datang mengenakan pakaian sopan dan menjaga ketenangan.

Selain tempat ibadah, di Masjid Nasir al-Mulk juga ada museum sejarah Islam dan Iran yang bisa dikunjungi.

Kota Shiraz dapat dengan mudah dikunjungi dengan bus, kereta api, atau pesawat dari kota-kota besar lainnya, seperti Isfahan atau Tehran.

Selain mengunjungi Masjid Nasir al-Mulk, ada banyak alasan lain untuk mengunjungi Shiraz, termasuk menyambangi kota kuno Persepolis dan melihat makam Hafez.

Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.