Mau Mulai Bisnis Makanan? Please Baca 5 Hal Ini Dulu!



Memiliki bisnis sendiri adalah impian bagi sebagian orang, apalagi di tengah pandemi COVID-19 susah mencari lapangan pekerjaan. Jika mau berkelanjutan, dalam memulainya tidak boleh asal dan harus melalui perencanaan yang matang.

Di Festival Ide Bisnis detikcom, Senin, Founder of British Propolis Ippho Santosa membagikan perencanaan dasar yang diperlukan sebelum memulai bisnis kuliner. Apa saja ya?

1. Jangan Langsung Buka Outlet

Kalau kamu baru mau memulai bisnis makanan, jangan berpikir untuk langsung membuka outlet atau toko. Hal ini untuk menghindari kerugian yang besar di awal.

"Mohon maaf kalau kita sewa tempat saja untuk 12 bulan itu cost-nya berapa, yakin nggak terjual? Yakin nggak penjualan itu bisa meng-cover semua cost? Jadi jangan sampai awal-awal muncul biaya sewa, biaya SDM, listrik, air, renovasi, ini kalau diturutin nggak abis, bisa ratusan juta lebih," kata Ippho.

Untuk mengecek minat penjual, kamu bisa coba terlebih dahulu dengan menawarkan penjualan kepada orang terdekat lewat sosial media atau WhatsApp (WA).

"Kita akalin caranya contoh teman-teman mau bisnis kuliner apa? Misalnya ayam bakar, atau ayam yang dibekukan, saran saya kenapa kita nggak coba dulu jual di grup WA yang kita kenal, di sosial media, dari situ kita bisa mengukur. Kalau sudah terjual banyak baru kita pikir soal lokasi, venue, tempat, kios, dan sebagainya," imbuhnya.

2. Jangan Bisnis Pakai Utang

Kamu yang baru mau memulai bisnis, lebih baik jangan pakai uang dari utang deh. Mending pakai uang seadanya dari hasil kamu menabung sendiri.

"Jadi lebih baik apa yang ada itu kita putar kalau mau selamat. Punya uang Rp 10 juta putar Rp 10 juta, uang Rp 5 juta putar Rp 5 juta, selesai. Di situ digulung dengan Rp 5 juta bisa jadi Rp 5 miliar kok tenang aja," kata Ippho.

3. Tak Harus Memproduksi

Mau memulai bisnis nggak ada modal? Tenang, di jaman sekarang berjualan bisa tanpa memproduksi yang butuh banyak modal. Kamu cukup menjual barang dari pihak lain atau menjadi droshipper dari produk yang unggul.

"Ada yang di sekitar kita kira-kira bisa dijual, silakan. Tidak haus kita produksi dulu. Jadi barang sudah ada dia jual. Andai kata rugi mungkin kecil karena kita nggak produksi," tuturnya.

4. Buka 2 Rekening

Saat kamu memutuskan untuk memulai bisnis, disarankan buka dua rekening untuk memisahkan antara untuk bisnis dengan pribadi. Dari situ akan lebih mudah untuk mengelola keuangan dari hasil bisnis.

"Jadi enak nanti duitnya naik-turun, naik-turun gitu hanya itu yang boleh diputar. Kalau pun mau pakai uang dari hasil bisnis untuk kehidupan hari-hari ya udah transfer ke rekening yang lain, anggap itu gaji kita nggak apa-apa digaji aja it's okay jadi kita disiplin menggunakan uang," sebutnya.

Dari situ juga kamu bisa belajar untuk berhemat. Untuk awal, disarankan hasil dari bisnis itu diinvestasikan.

"Latihan hidup hemat jadi jangan apa-apa langsung gaya, entar gaya mah gampang nanti kalau hasilnya sudah lumayan insyaallah pasti keren. Kalau pengusaha sejati nggak mikirin gaya dulu. Kalau kita punya duit lebih putar lagi pada bisnis, jadi memang harus disiplin," tegasnya.

5. Punya Mentor Bisnis

Memiliki mentor bisnis bagi pemula juga diperlukan jika memiliki modal lebih. Dengan begini risiko kamu untuk gagal menjalankan bisnis sangat kecil.

"Kalau berbisnis kita punya mentor itu persis kayak tour guide. Itu mengurangi risiko kegagalan. Nggak harus orang terkenal. Mungkin kita yang bayar dia satu hari bisa jadi, atau bermitra," tandasnya.


Sumber :Detikfinance

No comments

Powered by Blogger.