Media Italia memuji kesuksesan COVID Taiwan

Surat kabar Italia memuji respons pandemi Taiwan, seruan agar bangsa dimasukkan dalam WHO

Pemerintah Taiwan tetap waspada dengan situasi epidemi. (Foto CNA)

TAIPEI - Media Italia memuji respons pandemi Taiwan dan menyerukan agar negara itu dimasukkan ke dalam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (21 April).

Surat kabar Italia La Stampa mengatakan bahwa sejak Maret 2020, Taiwan mencatat lebih dari 1.000 kasus COVID dan 11 kematian. Karena keberhasilannya yang luar biasa, Taiwan telah mendapatkan dukungan dari 1.700 politisi dari 80 negara yang menyerukan agar negara tersebut dimasukkan ke dalam WHO dan badan-badan afiliasinya, CNA mengutip pernyataan La Stampa.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Taiwan tidak pernah menerapkan lockdown, sekolah tetap dibuka, dan perkembangan ekonomi terus berkembang. Selain melakukan tindakan pencegahan sejak dini pandemi, kepercayaan masyarakat kepada pemerintah merupakan hal yang penting, kata La Stampa.

Surat kabar tersebut menambahkan bahwa Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) prihatin tentang kedekatan geografis Taiwan dengan Tiongkok, sehingga pemerintah segera menutup perbatasannya untuk pelancong Tiongkok. Ia menambahkan bahwa pemerintah dengan cepat membentuk Pusat Komando Epidemi Pusat untuk berkomunikasi dengan kementerian dan badan kesehatan di semua tingkatan, sambil mempercepat produksi alat pelindung diri.

Setelah beberapa bulan, Taiwan dapat menyumbangkan pasokan medis ke UE dan 80 negara di seluruh dunia, termasuk menyediakan 54 juta masker, 35.000 termometer dahi, 600.000 item pakaian pelindung, dan puluhan alat pernapasan. Pemerintah juga memanfaatkan teknologi canggih untuk melacak kontak kasus virus corona.


Artikel tersebut menunjukkan bahwa Taiwan telah menerima vaksin AstraZeneca dan Moderna melalui inisiatif COVAX dan telah mulai memvaksinasi publik. Laporan itu mengatakan epidemi di Taiwan tampaknya telah dikendalikan, tetapi kewaspadaan pemerintah belum berkurang.

Satu-satunya negara yang tidak terpengaruh oleh COVID adalah Palau, sekutu diplomatik Taiwan, kata La Stampa. Surat kabar tersebut melaporkan bahwa kedua negara telah membentuk gelembung perjalanan, dengan dua penerbangan pulang pergi per minggu.

Sumber : Taiwan news

No comments

Powered by Blogger.