Melirik Silicon Valley India Kala RI Sibuk di Bukit Algoritma


Bangalore dikenal sebagai silicon valley atau ibu kota teknologi India. Bengaluru, sebutan lain Bangalore terbukti menjadi salah satu ekosistem startup yang paling tumbuh cepat di Asia.

Silicon Valley sendiri merupakan pusat inovasi di Amerika Serikat(AS) yang berhasil mencetak banyak perusahaan teknologi raksasa dan kini namanya kerap dicatut berbagai negara dunia untuk menciptakan kawasan serupa, termasuk Bukit Algoritma di Sukabumi, Indonesia.

Berdasarkan peringkat Startup Genome pada 2018, Bengaluru termasuk di antara 14 ekosistem manufaktur dan robotika global terkemuka, menyalip kota metropolitan lain seperti Mumbai dan New Delhi.

"Bangalore sebagai tempat bagi wirausahawan menurut saya sangat menarik dan semakin menarik," ujar Ben Legg, direktur pengelola Ola UK, platform berbagi kendaraan di Bengaluru.

Pada 2020 Silicon Valley Asia mempekerjakan sekitar 4,1 juta orang di seluruh India dan menyumbang hampir US$137 miliar ekspor setiap tahun.

Legg mengatakan Ola yang awalnya lahir di Mumbai memutuskan untuk memindahkan kantor pusatnya ke Bangalore setelah menyadari manfaat kota tersebut.

"Meskipun Mumbai adalah kota yang lebih besar dan kaya, namun butuh banyak insinyur di Bangalore. Jika Anda ingin membuat produk yang luar biasa dengan cepat, Anda harus berada di tempat di mana kekurangan teknisi tidak akan menghalangi Anda" ujar Legg.

Usai pindah ke Bangalore, Ola tidak hanya memperluas skala dan memasuki pasar internasional termasuk ke Inggris dan Australia, tetapi juga menerima modal senilai US$3,8 miliar melalui 21 putaran dari investor India dan asing.

Meskipun Bangalore dianggap sebagai pusat startup di India saat ini, kota tersebut pada awalnya tidak dilihat sebagai ladang subur untuk bisnis. Sebagai negara bekas jajahan Inggris, India merupakan pusat pertanian dan manufaktur karena biaya sewa tanah dan tenaga kerja yang murah.

Dikutip The Scallers, kebijakan perencanaan dan masuknya investasi besar-besaran telah merombak kota yang dulunya lebih populer di kalangan pensiunan dan malah menciptakan ruang untuk tingkat kreativitas teknologi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan inovasi yang mengganggu.

Setelah negara itu memperoleh kemerdekaan pada tahun 1947, Bangalore berkembang menjadi pusat industri sektor publik seperti industri kedirgantaraan, telekomunikasi, alat berat, industri luar angkasa dan pertahanan.

Hal ini menyebabkan raksasa manufaktur seperti The Hindustan Aeronautics, The National Aerospace Laboratories, Bharat Heavy Electronics, Indian Telephone Industries, dan Bharat Earth Movers memiliki kantor pusat yang berbasis di Bangalore.

Keuntungan infrastruktur Bangalore dan sumber daya yang melimpah membuat banyak perusahaan multinasional mengikutinya, dan menempatkan kantor pusat mereka di Bangalore.

Selain perusahaan raksasa seperti Amazon dan Uber ada beberapa perusahaan lain yang berpusat di Bangalore, yakni perusahaan infoteknologi Cognizant, Texas Instruments, Wipro, Microsoft, SAP LABS, Accenture, dan Infosys.

Pindahnya kantor pusat Infosys dari Pune ke Bangalore mendorong banyak pendirian perusahaan IT dan menciptakan lapangan kerja yang banyak. Tidak diragukan lagi para wirausahawan dari seluruh daratan India semakin menjadikan Bangalore tempat tujuan untuk mengembangkan perusahaan.

Namun, transisi dari basis manufaktur menjadi pusat teknologi membutuhkan banyak waktu dan tenaga.

Semangat kewirausahaan yang didukung oleh berbagai inisiatif dari pemerintah menghasilkan ekosistem yang mendukung untuk kemajuan kota startup. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah perusahaan baru agar datang ke Bangalore.

Pemerintah India meluncurkan Startup India pada tahun 2016, sebuah program untuk membantu para pemula di berbagai bidang seperti branding, pendanaan, perlindungan kekayaan intelektual, dan bakat bersama dengan memberikan manfaat pajak.

Mengingat Bengaluru dinobatkan sebagai salah satu pusat teknologi terbaik di dunia, Bangalore menjadi wilayah yang disandingkan dengan Silicon Valley di Amerika Serikat setelah sejumlah perusahaan rintisan dan teknologi, lahir dan besar di sana.

Dikutip Elite Global, salah satu alasan utama kebangkitan teknologi adalah transformasi digital di negara ini. Seiring dengan teknologi, Bangalore memiliki banyak ide. Keuntungan utama menjadi wirausaha adalah ekosistemnya masih berkembang.

Hal itu berarti ide-ide baru dapat diuji coba dan memiliki banyak ruang untuk berinovasi.

Adapun Silicon Valley asli yang terletak di selatan San Francisco, California AS menampung 2.000 perusahaan teknologi yang merupakan konsentrasi terpadat di dunia.

Area ini telah menciptakan pusat bagi perusahaan inovatif. Sejumlah perusahaan teknologi yang kita kenal sekarang seperti Apple, Facebook, Google, dan Netflix, lahir di kawasan ini. Silicon Valley juga jadi tempat lahir perusahaan seperti Tesla, Twitter, Yahoo, dan eBay.

Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.