OJK Klaim Pasar Modal Syariah Naik Daun Dilirik Investor

Rabu, April 07, 2021 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments

 

  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat tren positif investor mulai melirik ke pasar keuangan syariah, khususnya pasar modal syariah.

Direktur Pasar Modal Syariah OJK Fadilah Kartikasasi mengungkap seiring dengan bertambahnya diversifikasi produk di pasar modal syariah, investasi yang masuk turut bertumbuh.

Dari catatannya, untuk kapitalisasi saham syariah (Indeks Saham Syariah Indonesia/ISSI) terjadi kenaikan 28,6 persen atau dari Rp2.600 triliun pada 2015 lalu menjadi Rp3.344 triliun pada 2020.
Pertumbuhan juga terjadi pada sukuk korporasi dari Rp9,9 triliun menjadi Rp30,35 triliun untuk periode sama. Sementara sukuk negara mencatat kenaikan lebih dari tiga kali lipat, dari Rp297,58 triliun menjadi Rp972,9 triliun.

Adapun reksa dana syariah mengalami kenaikan 574,86 persen dari Rp11,02 triliun menjadi Rp74,37 triliun.


Untuk jumlah pelakunya, tercatat Shariah Online Trading System (SOTS) tumbuh dari 4.908 pengguna menjadi 85.891 pengguna. Lalu, untuk investor reksa dana tumbuh dari 63.137 investor menjadi 483.440 investor

"Kami melihat banyak pelaku pasar yang terlibat dalam industi pasar modal syariah yang 5 tahun lalu masih sedikit seperti penjamin emisi sukuk, wali amanat untuk sukuk, dan lainnya," jelasnya pada webinar IDX Channel, Selasa (6/4).
Sepaham, Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi juga melihat tren yang sama dari sisi pelaku pasar modal. Ia menyebut pada 2016 terdapat 331 saham syariah yang tercatat BEI. Sementara, pada akhir Maret 2021, angka itu sudah tumbuh 31 persen menjadi 434 persen.

Angka itu sepadan dengan sekitar 60 persen dari total seluruh saham yang tercatat di BEI saat itu, yakni 724 saham.

"Dari sisi kapitalisasi saham syariah terus tumbuh dari Rp3.429 triliun di 2016, lalu per 31 Maret 2021 sudah tercatat Rp3.439 triliun," imbuhnya.
Ia membeberkan pertumbuhan cukup konsisten dalam beberapa tahun terakhir, gambarannya pada 2020 lalu dari seluruh jumlah saham yang melantai, sekitar 75 persennya merupakan saham syariah.

Sementara, hingga Maret 2021, seluruh atau 100 persen saham yang melantai di bursa masuk dalam ISSI

"Melihat tren pertumbuhan ini ke depan kami optimis pasar modal syariah dan saham syariah akan terus bertumbuh," tandasnya.
Sumber :CNN

0 comments: