Pemanfaatan kandungan lokal dalam pembuatan mobil merek Toyota di Indonesia dikatakan sudah masuk ke fase lebih tinggi. Toyota kini menggunakan material yang dipasok dari dalam negeri untuk membuat komponen yang sudah produksi lokal.
Fase ini berarti Toyota bukan hanya membuat komponen di Indonesia, namun materialnya juga demikian.

"TKDN [Tingkat Kandungan Dalam Negeri] kami masuk fase ketiga dengan TKDN di hulu antara lain aluminium dan sekarang petrokimia terus sekarang biji plastik sudah bisa produksi, selama ini impor dari Thailand," kata Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam beberapa waktu lalu.

Kata Bob, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) saat ini sedang mendorong investasi petrokimia di Indonesia sehingga mendukung lokalisasi industri otomotif di dalam negeri.

"Indonesia itu lokalisasi cukup tinggi, di level 60-70 persen. Sisanya global supply chain, konsekuensi kita bagian dari rantai pasok global. Dan menurut saya kami sudah masuk fase advance ke industri dasar, aluminium, steel, dan petrokimia," ucap dia.


Saat ini ada sembilan mobil Toyota yang diproduksi di dalam negeri, yakni Agya, Calya, Avanza, Rush, Yaris, Vios, Sienta, Innova, dan Fortuner. Empat mobil pertama diproduksi Astra Daihatsu Motor, sedangkan lima lainnya dibuat TMMIN.

Empat mobil yang diproduksi Daihatsu juga punya kandungan lokal cukup tinggi. Misalnya Avanza yang berada pada level 78,9 persen, kemudian Rush 74,8 persen.

Sementara itu mobil Toyota yang diproduksi TMMIN memiliki kandungan lokal 74,4 persen untuk Yaris dan Vios, 72,9 persen Sienta, 83 persen Kijang Innova 2.0 sebesar, hingga 70 persen Fortuner.
Sumber :CNN

No comments

Powered by Blogger.