Pesona Kota Kuno di Turki Mampu Menarik Banyak Wisawatan Meski Pandemi

https: img.okezone.com content 2021 04 07 408 2390924 pesona-kota-kuno-di-turki-mampu-menarik-banyak-wisawatan-meski-pandemi-o8iGkZqUk9.jpg

KOTA kuno Aphrodisias di Provinsi Aydın, Turki terus menarik wisatawan lokal dan asing meski masih pandemi COVID-19. Pada 2019 tercatat ada 100.000 pengunjung datang ke situs tersebut.

Tahun lalu, tingkat kunjungannya turun jadi 30.000 orang karena ada pembatasan perjalan global. Namun, tiga bulan pertama 2021 terbukti menjanjikan karena sedikitnya 10.000 wisatawan mengunjungi kota kuno itu.

Direktur Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Umut Tuncer mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa ada penurunan pengunjung selama periode pandemi tetapi mereka senang melihat peningkatan jumlah selama periode Januari-Maret 2021.

“Tahun ini kami telah melampaui 10.000 pengunjung. Saya yakin kita akan mencapai angka pra-epidemi di akhir tahun. Musim telah dimulai, kami mengharapkan minat yang kuat, ” katanya seperti dilansir dari Daily Sabah, Kamis (8/4/2021).

Aphrodisias, kota Aphrodite, terletak di desa Geyre, hanya dua jam berkendara dari Ephesus yang terkenal. Kota ini terletak di lembah subur yang dibentuk oleh Sungai Morsynus di wilayah kuno Caria.

Seperti banyak kota Yunani yang masih berdiri di Anatolia, Aphrodisias pernah menjadi tempat pertemuan tidak hanya pedagang, tetapi juga para kekasih.

Aphrodisias tumbuh subur sejak abad kedua hingga abad ke 6 Sebelum Masehi. Kota cinta ini dibangun di dekat tambang marmer dan pernah berkilau di bawah matahari Mediterania berkat fasad marmernya.

Kota itu dibangun dan dinamai oleh orang Yunani, tetapi kemudian diambil alih oleh orang Romawi yang mendedikasikan kota itu untuk dewi cinta.

Selanjutnya, peziarah berbondong-bondong ke kota untuk memberi penghormatan kepada dewi tercantik dari mereka semua.

Karena didirikan di dekat tambang marmer, banyak pahatan diukir di Aphrodisias yang menghiasi kota-kota Yunani dan Romawi selama berabad-abad.

Setelah abad keempat Masehi, patung marmer dan patung kaisar, gubernur, dan filsuf yang dipahat oleh pematung Aphrodisian sangat diminati di pusat-pusat utama Kekaisaran Romawi.

Hal ini membuat kota ini tidak hanya menjadi pusat peziarah tetapi juga seniman.

Ketika agama Kristen menyebar ke seluruh wilayah, kota itu tidak kehilangan arti pentingnya. Umat Kristen mengubah kota menjadi pusat untuk jenis cinta yang berbeda - yang suci.

Namun, ketika peziarah berhenti datang ke situs tersebut, kota itu mengalami kemunduran. Pada abad ke 7 M, gempa bumi besar mengguncang kota, dan Aphrodisias tidak pernah bisa pulih lagi.



Sumber : okezone

No comments

Powered by Blogger.