Satu Kisah Hantu yang Tak Boleh Dibaca Jika Kamu Sendirian

Kamis, April 01, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Apakah kamu percaya dengan adanya hantu? Sulit untuk tidak merasa ketakutan saat kamu mendengar sesuatu di malam hari yang tak jelas asal usulnya.

Melansir dari huffpost, berikut ini adalah salah satu cerita hantu yang tak boleh kamu baca dalam keadaan sendirian. Pastikan kamu benar-benar ditemani seseorang yang kamu kenal.

Jika kamu seorang penakut, berhentilah di bagian ini dan cari artikel lainnya, misalnya tips untuk mengatasi insomnia, atau apapun.

Ghost Bro
Rumah saya dibangun pada tahun 1904. Ini adalah rumah keluarga tunggal dibuat dari rangka kayu yang dipasang di atas fondasi balok beton. Saya telah tinggal di sini selama sekitar 12 tahun.

Dari semua hal aneh yang pernah saya dan adik saya lihat atau dengar di rumah ini, yang satu ini adalah satu-satunya favorit saya.

Ini terjadi pada saudara laki-laki saya. Sekitar sepuluh tahun yang lalu,00 saudara laki-laki saya dan teman-temannya memulai sebuah band yang bermain di garasi dan membawakan lagu-lagu ala rock Spanyol.

Teman-temannya hanya bisa berkumpul pada hari Minggu sore. Untuk itu mereka hanya akan berlatih pada sore hari dan biasanya berhenti pada jam 8 malam.

Itu adalah waktu saya biasanya muncul dan pergi untuk tidur, karena saya bekerja dalam shift malam di kuburan.

Ini terjadi di akhir musim gugur, jadi saat hari-hari semakin cepat, mereka baru saja menyelesaikan sesi yang panjang untuk memutuskan pergi ke rumah salah satu teman dekatnya yang biasa datang ke rumah.

Kemudian kakak saya menyerahkan kunci mobilnya kepada temannya agar mereka dapat memindakan barang-barang keperluan bandnya sekaligus beberapa barang lain yang diperlukan ke area bagasi, dan ruang di dalam mobil.

Semua orang telah keluar dari ruang bawah tanah, tetapi yang menyulitkan adalah mereka harus berjalan ke belakang ruang bawah tanah, menaiki tangga belakang, melalui pintu dapur, menyusuri lorong ke ruang tamu dan barulah sampai ke beranda.

Semua teman-temannya sudah duduk di truk saudara laki-laki saya.

Tapi saat itu Kakak laki-laki ingat bahwa dia telah meninggalkan makanannya di dalam wadah yang disimpan di speaker di ruang bawah tanah. Maka, Kakak laki-laki saya yang sedang menaiki tangga belakang segera kembali turun.

Sekarang keadaan basementnya terlihat kacau, ada banyak partisi yang dibuat oleh kakak laki-laki saya dan temannya berserakan di tengah-tengah basement, misalnya boiler serta unit pemanas utama.

Jadi setelah ia mengambil wadah makanannya, saat itu dari sudut matanya dia melihatnya. Itu adalah sosok bayangan, tepat di penglihatan pinggirannya, perasaan takut dan gelisah ini menyapu adikku.

Kami telah diajari bahwa jika berhadapan dengan roh atau hantu dan merasakan getaran yang buruk, hanya ada dua pilihannya, mengucapkan doa singkat atau mengumpatinya.

Kakak saya memilih yang terakhir, pada dasarnya dia hanya mengatakan "Hei, sial, saya tidak punya waktu untuk omong kosong ini".

Kakak saya mulai berjalan ke bagian belakang ruang bawah tanah dan dengan cepat menaiki tangga, menutup pintu dan mematikan lampu saat dia berjalan keluar.

Saklar lampu terakhir ada di sisi berlawanan dari pintu depan,untungnya pintunya terbuka dan cahaya dari lampu jalan membanjiri ruang tamu dengan cahayanya yang kuning.

Kakak saya mengatakan dia merasakan sesuatu di punggungnya, tetapi dia tidak pernah berbalik. Saat dia menekan tombol terakhir, ruang tamu menjadi gelap, begitu pula bagian rumah lainnya.

Saat melangkah keluar, dia menarik pintu dan menutupnya, dia masih memegang wadah makanan di satu tangan, dia juga berlari menuruni beberapa anak tangga beranda.

Sampai dia berjalan menuju gerbang depan, rumah kami berada jauh dari jalan utama, pada dasarnya memiliki halaman depan yang luas tetapi tidak ada garasi belakang.

Saat dia menutup celah antara dirinya dan truk yang penuh temannya temannya, dia tersenyum dan memikirkan banyak hal di kepalanya, marah pada dirinya sendiri karena ketakutan ketika tidak ada alasan.

Dia naik ke sisi pengemudi truk, mengenakan sabuk pengaman dan bersiap-siap untuk keluar dari tempat parkir tepat di depan rumah, ketika itu salah satu temannya langsung bertanya.

“Hei tunggu, bagaimana dengan saudaramu, bukankah dia ikut dengan kita?”

Kemudian saya menjawab, “Apa maksudmu? Dia pergi kerja lebih awal malam ini, dia sudah pergi sejak siang tadi, apakah kamu melihat mobilnya ada di sini sejak sore tadi?”

Pertanyaan berikutnya yang mereka tanyakan, “Jadi siapa yang dari tadi menemani kami latihan band sore tadi, bahkan siapa sebenarnya yang telah memberikan kunci mobil ini?"

Konon membaca kisah ini akan mengundang mereka untuk datang dan menjadi seperti salah satu temanmu.


Sumber :KarawangPost

0 comments: