Taiwan akan mengirim 150 konsentrator oksigen ke India

Taiwan akan mengirimkan 150 konsentrator oksigen ke India akhir pekan ini melalui maskapai penerbangan nasionalnya

Pekerja bongkar muat tabung oksigen di rumah sakit pemerintah di India. (Foto Reuters)

TAIPEI - Karena gelombang COVID-19 kedua di India telah menyebabkan kekurangan pasokan medis, Taiwan mengumumkan Kamis (29 April) bahwa mereka akan mengirim 150 konsentrator oksigen ke India akhir pekan ini.

Awal bulan ini, gelombang kedua infeksi COVID-19 yang dahsyat dimulai di India, dengan kasus baru setiap hari mencapai 360.000 pada hari Rabu (28 April), menurut Kementerian Kesehatan India. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan Joanne Ou (歐 江 安) mengatakan bahwa segera setelah Taiwan menyadari gawatnya situasi di negara Asia Selatan, Menteri Luar Negeri Joseph Wu (吳 釗 燮) menawarkan dukungan kepada Gourangalal Das, direktur jenderal India Asosiasi Taipei.

Dia mengatakan kementerian telah meminta kantor perwakilan Taiwan di India untuk menilai pasokan medis apa yang dibutuhkan dan bekerja dengan institusi dan produsen medis Taiwan untuk mempercepat pengiriman peralatan dengan cepat. Selama sesi interpelasi legislatif pada hari Rabu, Wakil Menteri Luar Negeri Miguel Li-jey Tsao (曹立傑) mengatakan Taiwan akan mengangkut konsentrator oksigen ke India di beberapa titik sebelum hari Minggu.


Dia menggambarkan pengiriman tersebut sebagai "batch pertama" dan mengatakan bahwa pengiriman tersebut akan dikirim melalui maskapai nasional China Airlines. Selama konferensi pers Kamis pagi (29 April), Ou menyatakan bahwa Taiwan akan mengirim 150 konsentrator oksigen dan pasokan medis lainnya akhir pekan ini untuk "memenuhi kebutuhan medis dan perawatan kesehatan India yang mendesak."

Ou berjanji bahwa Taiwan akan terus mengirimkan lebih banyak bantuan dalam beberapa minggu mendatang. "Teman-teman Taiwan dan India berdiri bersama dalam menghadapi pandemi, dan [Taiwan] berharap India dapat mengatasi kesulitan ini secepat mungkin," katanya.

Sumber : Taiwan news

No comments

Powered by Blogger.