Taiwan berusaha untuk bergabung dengan penyelidikan IAEA tentang pelepasan air limbah Jepang

Taiwan ingin berperan dalam tim internasional untuk inspeksi pembuangan air limbah

Pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi di kota Okuma, prefektur Fukushima (foto AP)

TAIPEI - Taiwan akan berusaha untuk dimasukkan dalam satuan tugas yang dipimpin oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk menyelidiki rencana Jepang untuk melepaskan air yang terkontaminasi dari pembangkit nuklir Fukushima ke laut.

Hsieh Shou-shing (謝曉 星), menteri Dewan Energi Atom, mengatakan Taiwan ingin bergabung dengan gugus tugas setelah Jepang mengizinkan perwakilan Korea Selatan untuk memeriksa pekerjaan yang relevan sebagai anggota delegasi IAEA. Sebagai salah satu negara tetangga Jepang, Korsel sangat menentang keputusan pembuangan air tersebut, dengan berbagai protes yang terjadi.

Menurut Hsieh, Taiwan mengajukan tiga permintaan ke Jepang menyusul pengumuman awal bulan ini bahwa Jepang akan melepaskan lebih dari satu juta ton air limbah dari PLTN Fukushima yang lumpuh ke laut dalam dua tahun. Permintaan tersebut terkait dengan pemantauan tingkat radiasi di perairan dan kehidupan laut di sekitar Taiwan serta meningkatkan berbagi informasi, tulis CNA.



Kementerian Luar Negeri Taiwan telah menyatakan keprihatinan yang mendalam tentang pelepasan air radioaktif dan dampaknya terhadap lingkungan laut, konservasi ekologi, dan kesehatan manusia. Tokyo telah berjanji untuk merawat dan mengencerkan air beracun untuk menurunkan tingkat radiasi di bawah standar WHO untuk air minum.

Sumber : Taiwan news

No comments

Powered by Blogger.