Tak Hanya Larangan Mudik, Destinasi Wisata di Sumenep Juga Ditutup



Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep Madura Jawa Timur mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Idul Fitri tahun 1442 Hijriyah. Hal itu, merupakan upaya Pemkab untuk melakukan pengendalian penyebaran Covid-19.

“Pemberlakuan SE ini dimulai sejak 22 pril sampai 24 Mei 2021. Maka pelarangan mudik secara resmi diberlakukan,” kata Bupati Achmad Fauzi, Bupati Sumenep Dalam sambutannya saat apel persiapan larangan mudik di Mapolres setempat.

Disisi lain, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep, Bambang Irianto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Imam Buchari, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan menjelang lebaran tahun ini, imbauan dibukanya destinasi wisata di Sumenep juga belum ada. Dengan kata lain, selama lebaran destinasi wisata juga ditutup.

“Selama pandemi masih berlangsung, secara resmi tidak ada pembukaan tempat pariwisata,” katanya, Selasa.

Pada tahun 2020 lalu, lata Imam, jika ada salah satu destinasi wisata yang hendak dibuka harus mengajukan surat permohonan secara resmi kepada tim satuan tugas (Satgas) Covid-19.

Penetapan Kembali Tentang Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19

Namun demikian, seiring dengan kebijakan pusat dalam meningkatkan kewaspadaan wabah non alam pandemi Covid-19, maka ada penetapan kembali tentang protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

“Upaya pada penerapan new normal itu malah tidak berlanjut. Sehingga sampai sekarang tidak ada secara resmi wisata dibuka,” jelasnya.

Menurutnya, tahun 2020 lalu Bupati Sumenep saat masih dipimpin Busyro Karim dengan tegas menolak surat permohonan pengajuan pembukaan destinasi wisata di masa pandemi Covid-19.

“Secara tegas, kata Bupati waktu itu, untuk destinasi wisata yang dikelola oleh Pemerintah setempat seperti pantai Slopeng dan Museum tidak boleh dibuka sampai zona hijau,” terangnya.

Setelah berkembang dengan kondisi waktu pandemi Covid-19 tahun 2021, Disparbudpora Sumenep melalui Bidang Pariwisata masih berencana membuka kembali beberapa destinasi wisata tersebut, sayangnya tak kunjung ada intruksi.

“Dulu kita rencanakan setelah lebaran di pantai Slopeng akan dibuka. Namun rentan waktu dari vaksinasi dan selanjutnya itu kemungkinan grafik penyebaran Covid-19 akan melandai. Namun skema waktu itu dibuka setelah lebaran ketupat,” imbuhnya.

Pembukaan destinasi wisata itu, jelas Imam, masih dengan catatan diperbolehkan oleh Tim Satgas Covid-19 Sumenep dan mengikuti Prokes yang berlaku.

“Tapi jika tim Satgas Covid-19 tidak memberikan peluang, kami tidak memberanikan diri untuk membuka, apalagi saat ini Indonesia mengaca pada India yang kembali melonjak kasus sebaran Covid-19, yang semula landai lalu kemudian bertambah lagi,” pungkasnya.


Sumber :Nusadaily.com

No comments

Powered by Blogger.