Wanita Taiwan kehilangan putrinya dalam kecelakaan kereta, ibunya sakit dua hari kemudian

Putri perempuan, yang bermarga Tsai, adalah satu-satunya korban fatal dari Kabupaten Yilan

Komisaris Kabupaten Yilan Lin Zi-miao (kanan) menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Tsai, yang meninggal dalam kecelakaan kereta yang tergelincir pada 2 April di Hualien. (Foto CNA)

TAIPEI - Seorang ibu Taiwan yang kehilangan putrinya dalam kecelakaan penggelinciran kereta Taiwan Railway pada Jumat (2 April) kehilangan ibunya karena sakit hanya dua hari kemudian.

Putri perempuan berusia 31 tahun itu, bermarga Tsai (蔡), adalah satu-satunya korban fatal yang tinggal di Kabupaten Yilan. Tubuhnya dikawal oleh polisi ke pemakaman di Kotapraja Yuanshan, CNA melaporkan.

Ibu Tsai mengatakan kepada CNA dalam wawancara telepon bahwa putrinya bekerja di bedah kosmetik dan sedang melakukan perjalanan ke Taitung untuk liburan Menyapu Makam. Beberapa temannya tiba di Taitung pada hari Kamis, tetapi karena putrinya harus bekerja, dia dan dua orang lainnya meninggalkan Taipei sehari kemudian.



Sang ibu berkata bahwa putrinya telah membeli tiket kereta Chu-Kuang Express, tetapi dia kemudian pindah ke kereta Taroko Express yang lebih cepat, di mana dia harus berdiri. Sang ibu mengatakan putrinya berdiri di mobil kedelapan saat tabrakan terjadi, dan kedua temannya juga tewas.

Sang ibu berkata bahwa ketika Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) pergi ke Hualien untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban, suaminya mengatakan kepada presiden bahwa Administrasi Kereta Api Taiwan membutuhkan reformasi dan tidak memenuhi janji-janji sebelumnya. meningkatkan.

Dia berkata bahwa dia memberi tahu presiden, "Hati saya sakit, dan Anda tidak akan pernah mengerti rasa sakit saya."

Sumber : Taiwan news

No comments

Powered by Blogger.