20 orang Filipina ditangkap dalam kasus penipuan cincin di Taiwan

Selasa, Mei 11, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Dugaan keledai uang menipu lebih dari 20 orang senilai NT $ 10 juta di Taiwan

20 tersangka dikawal petugas CIB. (Foto CNA)

TAIPEI - Sekelompok pekerja migran Filipina telah ditangkap karena menipu lebih dari 20 korban di Taiwan dengan nilai sekitar NT $ 10 juta (US $ 359.000).

Selama konferensi pers pada hari Senin (11 Mei), Biro Investigasi Kriminal (CIB) mengumumkan bahwa seorang pekerja migran Filipina berusia 35 tahun yang diidentifikasi sebagai Eda dan 19 tersangka lainnya dari Filipina diduga telah dijadikan sebagai keledai uang sebagai bagian dari internet. cincin penipuan. CIB menyatakan bahwa para tersangka telah ditangkap dalam penggerebekan yang dilakukan di Taipei, New Taipei, Taoyuan, Keelung, dan Miaoli pada 18 Januari, 22 Maret, dan 19 April.

Eda diduga sering mengunjungi Stasiun Utama Taipei, bertemu dengan para korban dan merekrut keledai untuk jaringan penipuan. Para korban ditipu untuk mentransfer dana sebagai bagian dari investasi palsu, pinjaman komersial, atau izin parsel internasional.

Keledai dituduh membantu transfer dengan imbalan 1 hingga 2 persen dari setiap transaksi. Ketika para tersangka uang keledai ditangkap, banyak yang mengaku tidak tahu bahwa mereka ikut serta dalam operasi penipuan.



Eda merekrut lima orang Filipina sebagai pemegang buku dan bagal, dan pada gilirannya mereka merekrut 14 orang lainnya. Jumlah terbesar yang hilang oleh satu korban adalah NT $ 500.000 dari seorang pekerja kantoran berusia 45 tahun yang menjadi korban penipuan percintaan online yang diduga dilakukan oleh kelompok tersebut.

Setelah menyita buku rekening, kartu debit, dan slip pengiriman uang, petugas CIB menemukan bukti bahwa cincin tersebut berbasis di Filipina dan memikat korban melalui situs kencan online. Setelah menanyai mereka, CIB memindahkan para tersangka ke Kantor Kejaksaan Distrik New Taipei untuk diselidiki atas penipuan dan pencucian uang.

Sumber : Taiwan news

0 comments: