5 Cerita Horor Terbaik Berusia Puluhan Tahun dari 1968 hingga 1864

Senin, Mei 24, 2021 Majalah Holiday 0 Comments



Horor menjadi salah satu genre cerita favorit dari zaman kuno hingga era modern kini, yang memberikan sensasi adrenalin. Di antara banyaknya cerita horor yang beredar di masyarakat, ada karya penulis dunia yang memberikan kesan horor tak lekang zaman. Berikut 5 cerita horor terbaik dari zaman kuno berumur puluhan tahun, yang dilansir dari Irish Times:

1. Robert Aickman: Into the Wood (1968) 
Margaret Sawyer, istri seorang kontraktor bangunan Manchester yang makmur, tapi bosan dan tidak puas dengan hidupnya. Suatu hari ia pergi ke Swedia, ikut dalam perjalanan bisnis suaminya. Mereka bermalam di Kurhus, yang ternyata pernah dipakai sebagai sanatorium untuk penderita insomnia. Di sana ditinggali oleh beberapa orang tidak tidur selama bertahun-tahun, salah satunya seorang gadis muda yang tidak pernah tidur seumur hidupnya.

Margaret menyadari para penderita insomnia itu terlihat tidak wajar dan misterius. Mereka terlihat memiliki pandangan kosong, lurus ke depan, menurutnya seperti troll, penyihir, atau vampir dengan jiwa yang tersesat. Orang yang tidur normal tidak tahan hidup lama di sana. Kemudian, pasangan suami istri itu berusaha menyusuri jalan setapak dalam labirin di hutan sepanjang malam. Aickman adalah seorang penulis fiksi pendek yang luar biasa, begitu juga dengan karya cerita horor ini yang diakui para ahli.

2. Sir Andrew Caldecott: Branch Line to Benceston (1947) 
Seorang penerbit musik London melakukan perjalanan dengan kereta api ke resor tepi laut, bernama Benceston, di mana dia membunuh rekan bisnisnya yang dibenci, dan dinyatakan bersalah atas pembunuhan.

Setelah itu ia kembali ke rumah bersama teman-temannya. Dia diburu rasa bersalah dan menunggu waktu eksekusi yang ditentukan, yang dia anggap sebagai realitas. Namun, cerita horor Caldecott menyajikan plot twist, karena permbunuhan itu tidak benar-benar dilakukannya. 

Andrew Caldecott mulai menulis fiksi di usia lanjut, setelah pensiun dari layanan kolonial, dia adalah gubernur Hong Kong dan kemudian Ceylon pada 1930-an dan 1940-an. 

3. Conrad Aiken: Arcularis (1931) 
Seorang profesor Harvard paruh baya, pulih dari operasi, melakukan perjalanan ke Irlandia dengan kapal berisi mayat. Kapal itu berlayar dan melewati kabut yang menyelimuti kapalnya, di wilayah yang dikelilingi oleh gunung es. Arcularis kemudian mulai bermimpi bahwa dia berjalan menembus bintang-bintang. 

Ia pun mulai berjalan dalam tidur dan kedinginan. Di atas kapal itu, dia bertemu orang-orang yang mengingatkannya pada orang lain, seperti seorang teman seperjalanan yang terlihat seperti wanita yang dia temui di rumah sakit.

Lalu, seorang dokter yang terlihat seperti ayahnya. Dia bertemu dengan seorang pendeta yang bermain catur. Dia terus mendengarkan musik yang sama berulang kali. Karya sastra Conrad Aiken diingat sebagai cerita horor yang mempesona dari laut. Aiken adalah seorang penyair terkemuka yang memiliki pandangan modernis tentang manusia kontemporer, yang merupakan orang mati yang berjalan.

Sangat menakutkan, terutama dengan latar umur tokoh sebagai profesor paruh baya.

4. Oscar Cook: His Beautiful Hands (1931) 
“Mr A”, seorang pemain biola dalam konser ternama, sangat tertarik pada Paulina, seorang manikur Jawa, yang merawat jari-jarinya tidak seperti orang lain. Paulina berhasil menjadi kekasihnya, dan kemudian ia hamil. Namun, terkait ritual manikur Paulina yang tak biasa, satu demi satu jari Mr A mulai terinfeksi. Kemudian jari-jarinya mulai membusuk dan berjatuhan. 

Oscar Cook menggunakan serangkaian cerita horor kolonial yang mengerikan sebagai dasar. Umumnya Cook menampilkan kanibalisme, balas dendam seksual atau ritual yang mengerikan. Cerita Mr A adalah cerita pendek yang sangat jahat dan menyimpang. "Anda akan merasa ingin mencuci tangan setelahnya, tetapi mungkin yang terbaik adalah tidak melakukannya."

5. Amelia B Edwards: The Phantom Coach (1864) 
Seorang pengacara yang berbulan madu, berjalan di atas Moor Yorkshire. Namun, mereka tersesat dalam badai salju dan berlindung di sebuah rumah. Di sana dia mendengar kisah tragis kecelakaan kereta kuda pengirim surat 9 tahun sebelumnya, di mana 6 orang di dalamnya tewas. 

Namun, kemudian di balik malam, dia melihat kereta kuda pengirim surat itu datang. Kisah horor klasik Edwards adalah pokok antologi, salah satu kisah hantu dari penulis wanita dari era Victoria yang terbaik. Cerita horor Edwards memiliki sisi lain yang menarik. Bukan hanya soal kereta kuda pengirim surat, melaiankan tentang pemilik rumah yang penyindiri, digambarkan sebagai pria kulit putih yang tinggal di Moor. Dinding rumahnya ditutupi simbol okultisme, yang sepertinya mengundang penampakan supernatural



Sumber : Kompas.com




0 comments: