6 Tips Berkebun Organik, Jaga Ekosistem dan Menyehatkan

Jumat, Mei 21, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Ilustrasi. Bagi Anda yang ingin memulai berkebun organik, berikut tips yang bisa dilakukan. (iStockphoto/Pattanaphong Khuankaew)


 

Berkebun jadi hobi banyak orang di saat pandemi Covid-19. Berkebun juga tak melulu dilakukan di lahan yang luas bahkan Anda yang tinggal di kos-kosan atau perumahan padat penduduk bisa berkebun hanya dengan sepetak lahan.

Hobi berkebun memang baik untuk lingkungan. Namun, akan lebih baik lagi jika Anda mencoba berkebun secara organik.

Tumbuh secara organik berarti meninggalkan pupuk sintetis, pestisida, dan fungisida yang dapat merusak lingkungan. Melalui kebun organik, Anda akan mendorong munculnya ekosistem seimbang yang mendukung tanaman tumbuh.

Menanam sendiri bahan makanan organik dapat membantu memenuhi kebutuhan makanan yang lebih sehat. Terutama di masa pandemi Covid-19, Anda sebaiknya lebih memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi.

Bagi Anda yang ingin memulai berkebun organik, berikut tips yang bisa dilakukan.

1. Menyiapkan tanah subur

Media tanah yang subur adalah kunci bagi tanaman tumbuh secara organik. Melansir The Good Housekeeping, tanah yang sehat mengandung mikroorganisme yang bisa menutrisi tanaman. Mikroorganisme akan memproduksi mineral, air, dan udara, yang baik untuk pertumbuhan tanaman.

Cara mengolah tanah yang sehat adalah dengan teratur menambahkan kompos ke dalamnya. Anda bisa meletakkan kompos atau pupuk kandang di atas tanah media tanaman, dan biarkan alam melakukan kerjanya secara natural.

Cacing tanah biasanya akan bekerja memasukkan bahan organik tadi ke dasar tanah dan mengubahnya menjadi mineral yang dibutuhkan tumbuhan.

Dalam berkebun organik, hindari penggunaan kompos sintetis dan pilih pupuk kandang yang lebih alami.

2. Membuat penghalang hama

Tak seperti tanaman biasa, berkebun organik menggunakan cara-cara alami untuk menjauhkan hama. Jika biasanya petani menggunakan pestisida, kebun organik membuat penghalang seperti jaring atau pagar untuk menjauhkan hama.

Bagi Anda yang punya kebun di luar ruangan, mungkin harus membuat penghalang jaring agar tanaman Anda tak rusak oleh burung-burung.

3. Dorong keseimbangan ekosistem

Sejatinya, tak semua hewan adalah hama bagi tumbuhan. Beberapa burung dan kupu-kupu bisa membuat tanaman Anda tumbuh lebih subur karena membantu penyerbukan.

Agar kebun organik Anda bisa membantu memperbaiki ekosistem lingkungan, undang satwa atau tumbuhan liat ke taman Anda. Tumbuhkan bunga yang kaya nektar, membuat kolam, dan biarkan berkembang dengan sendirinya.

Langkah itu akan memikat burung dan serangga untuk bergabung di taman Anda sehingga ekosistem seimbang.

Beberapa tanaman yang bisa Anda tanam untuk memikat serangga seperti bunga daisy, bunga matahari, aster, marigold, dan banyak lainnya.

4. Merotasi tanaman

Better Homes and Garden menyarankan untuk merotasi tanaman secara berkala, terutama tanaman jenis sayuran dan buah-buahan.

Beberapa tanaman dengan genus yang sama biasanya memiliki penyakit yang serupa. Hindari menanam tanaman yang masih satu genus dalam satu tempat, seperti tomat dan paprika, labu dan mentimun, atau mentimun dan semangka.

Merotasi tanaman dapat membantu mengurangi perkembangan penyakit dan menghabiskan nutrisi tanah.

5. Bijak menyiram tanaman

Daun yang basah pada sore atau malam hari mendorong tumbuhnya jamur yang merusak tanaman. Sebagai alternatif penyiraman, sebaiknya langsung alirkan air ke akar. Idealnya Anda menggunakan penyiraman otomatis yang ditanamkan di tanah.

Jika Anda menyiram dengan selang, pastikan tak banyak air berceceran di daun yang menyebabkannya lembap.

6. Jaga taman tetap bersih

Banyak penyakit menyebar dengan cepat pada daun yang mati dan jatuh. Sebaiknya Anda mengambil daun yang rontok secara berkala, atau mencabut daun yang sudah mati pada tumbuhan.

Memetik daun yang sudah mati dapat mencegah penyakit menyebar ke seluruh tanaman. Buang daun yang telah layu ke tempat sampah.

Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: