9007 Pekerja Migran tiba di Jatim, 76 Orang Positif Covid-19, Sebagian Besar dari Madura



Ketua Pelaksana Relawan Pendamping Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Kota Surabaya, Jawa Timur Radian Jadid menyebutkan, pekerja migran atau tenaga kerja Indonesia (TKI) yang sudah tiba di Jawa Timur tercatat per Sabtu  kemarin ada 8.807 orang. 

Per hari Minggu, ada tambahan sekitar 200 TKI yang sudah tiba di Jawa Timur, sehingga total keseluruhan TKI yang pulang ke Jatim berjumlah 9.007 orang. Dari jumlah itu, 6.000 lebih TKI berasal dari Malaysia, sedangkan yang dinyatakan positif Covid-19 ada sebanyak 76 pekerja migran.

"Sekarang ada 76 orang yang masuk di RSLI terbanyak dari negara Malaysia sekitar 62 orang dan sisanya dari Brunei Darussalam, Singapura, Belanda, Hongkong dan Jepang," ucap Jadid saat dikonfirmasi via telepon, Minggu.

50 lebih TKI dari Madura positif Covid-19 
Dari 76 orang yang menjalani perawatan di RSLI Surabaya, tercatat paling dominan warga Madura ketimbang dari daerah lainnya di Jatim. 

"Hampir 75 persen dari warga pulau Madura atau sekitar 50 orang lebih dan itu dari PMI negara Malaysia semua, daerah lainnya satu dan dua pasien, seperti Jember, Ngawi, Ponorogo," papar dia.

Jadid menyebutkan, pekerja migran warga Madura yang dinyatakan positif Covid-19 dari Bangkalan, Sampang, Sumenep dan Pamekasan. Mengapa para TKI tersebut bisa lolos saat tes di negara awal, Jadid menduga, bisa saja tes yang dilakukan maskapai tidak begitu ketat. Bahkan pihaknya sempat menanyakan pada salah seorang TKI bahwa dia melakukan berbagai macam cara untuk bisa sampai di Indonesia. 

"Karena ada yang memang disuruh bayar, enggak dites. Ada yang dites tapi mungkin di sana masih negatif. Tapi pas sampai di Indonesia tetap harus menjalani tes," kata dia.

39 pekerja migran dinyatakan sembuh dan dipulangkan 
Dari 76 pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSLI, Jadid menyebut, per hari ini sudah ada 39 orang pekerja migran yang telah dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang ke daerah masing-masing. 

Sebanyak 39 orang tersebut, kata Jadid, juga didominasi oleh warga Madura yang dominan merupakan pekerja di Negeri Jiran, Malaysia. Dipulangkannya mereka lantaran sudah menjalani tes swab sebanyak dua kali selama kurun waktu 5 hari dengan hasil dua kali negatif berturut-turut. 

"39 orang yang sudah negatif dua kali. Kami menerapkan tes 2 kali selama 5 hari, dua hari dites terkonfirmasi negatif, kami swab lagi dua hari lagi ternyata tetap negatif, maka harus dipulangkan," cerita dia. 

Tak hanya itu, kata Jadid, semua pekerja migran sesampai di bandara langsung dimasukkan ke RS Asrama Haji untuk dikarantina dan dilakukan tes swab. Bagi yang negatif akan diberikan surat jalan oleh dinas perhubungan dan langsung menghubungi pihak pemerintah kabupaten/kota setempat untuk dijemput atau diantarkan ke terminal perbatasan agar dilakukan karantina di wilayah masing-masing selama 5 hari.


Sumber :Kompas.com




No comments

Powered by Blogger.