Berani Berubah: Strategi Menyelamatkan Bisnis Busana Muslim


Rofikoh mengubah teknik berjualan sejak pandemi Covid-19 tersebar di Indonesia. Dengan berjualan online, toko maju muslim dan mukena milik Rofikoh menjadi lebih laris. Tak hanya menyelamatkan usahanya, Rofikoh juga berhasil menyelamatkan karyawannya.

Sebelum adanya pandemi, Rofikoh berjualan baju muslim dan mukena melalui toko miliknya di Tasikmalaya. Dia juga menyuplai baju muslim dan mukena di beberapa toko di Tanah Abang. Biasanya Rofikoh menjual baju muslim dengan harga yang bervariasi.

"Kalau harga grosir ada harganya, anak yang dari Rp1 juta sampai Rp1.400.000. Kalau dewasa dari Rp1.300.000 sampai Rp1.900.000 per kodi," kata Rofikoh.

Namun usaha Rofikoh yang sudah dibangun sejak 2002 semakin menurun pada Maret 2020. Omsetnya turun hingga 90 persen. Rofikoh terpaksa merumahkan sementara karyawannya, untuk menekan biaya produksi.

Beberapa karung berisi baju muslim yang siap dikirim ke Tanah Abang juga terjeda pengirimannya. Alhasil, pendapatan Rofikoh semakin berkurang.

Anak dari Rofikoh kemudian menemukan ide untuk menjual baju muslim dan mukena melalui media sosial. Awalnya sempat meragukan, namun ide tersebut ternyata berhasil.

Pembeli baju muslim dan mukena kini tidak hanya dari Tasikmalaya, tetapi juga dari beberapa kota lainnya, termasuk Jakarta.

"Alhamdulillah sedikit-sedikit bisa gitu, bisa produksi lagi. Karyawan yang dirumahkan sebagian sudah mulai dipekerjakan lagi," kata Rofikoh

Sumber : Merdeka.com

No comments

Powered by Blogger.