Bitcoin Anjlok 15 Persen Usai Tak Bisa Dipakai Beli Tesla

Minggu, Mei 16, 2021 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments



  Perusahaan kendaraan listrik Tesla besutan Elon Musk mengumumkan tidak lagi menggunakan bitcoin untuk transaksi jual beli karena alasan lingkungan. Pengumuman dicuitkan oleh Musk lewat akun Twitter, Rabu (12/5).

Berubahnya pendirian perusahaan mengakibatkan terjunnya harga uang kripto bitcoin. Melansir the Straits times, pada Kamis (13/5) siang, bitcoin anjlok 15 persen ke level US$46.045 per keping.

Pantauan di Coinmarketcap.com pada pukul 15.20 WIB, harga bitcoin tercatat koreksi hampir 12 persen. Bitcoin dijual di kisaran harga US$50.293. Tak hanya bitcoin, aset kripto lainnya, seperti ethereum, juga dilepas berjamaah oleh investor.Efek domino dari cuitan Musk juga 'melukai' harga saham Coinbase, platform digital tempat investor membeli, menjual, dan menyimpan aset kripto, seperti bitcoin dan ethereum. Akibatnya, saham Coinbase turun 4,8 persen.

Nasib buruk juga dialami oleh Microstrategy, perusahaan yang menyimpan miliaran dolar asetnya dalam bentuk bitcoin, sahamnya terjun 9,2 persen. Perusahaan lain yang juga memegang aset bitcoin ikut mengalami kejatuhan, salah satunya Square.

Di kawasan Asia, beberapa perusahaan yang memegang aset kripto dalam jumlah besar juga kebagian rugi. Grup Monex misalnya, perusahaan jasa keuangan ini harus rela sahamnya rontok 12 persen pada Kamis (13/5).Sependeritaan, Nexon Co, perusahaan yang pada bulan lalu menjadi perusahaan Jepang pertama yang membeli kripto dalam jumlah besar senilai US$100 juta terpantau melemah 17 persen.

Dalam cuitannya, Musk menekankan kalau Tesla tidak bakal menjual bitcoin perusahaan karena berencana akan tetap menggunakan asetnya dalam transaksi jual beli setelah 'penggalian' bitcoin beralih ke energi yang berkelanjutan.

"Kami percaya (bitcoin) punya masa depan yang menjanjikan. Tapi ini tidak boleh mengorbankan lingkungan," cuitnya.Postingan Musk tersebut membuat kaget berbagai pihak, termasuk Nic Carter, partner dari Manajer Investasi Castle, yang vokal membela penggunaan bitcoin.


"Seharusnya dia melakukan kewajibannya (mengecek efek penggunaan bitcoin) sebelum menerima bitcoin? Sangat aneh dan membingungkan melihat perubahan sikap yang tiba-tiba," katanya, dikutip dari Straits Times, Kamis (13/5).

Untuk diketahui, saat Tesla mengumumkan membeli aset bitcoin sebesar US$1,5 miliar pada Februari lalu dan mulai memperbolehkan jual beli dengan aset kripto itu, saham Tesla melejit 16 persen.

Sumber :cnn.indonesia

0 comments: