Butuh Investor buat Modali Bisnis? Nih Tipsnya

Jumat, Mei 07, 2021 Majalah Holiday 0 Comments



Dalam menjalankan bisnis terkadang dihadapkan suatu kondisi akan kebutuhan modal tambahan. Banyak dari usaha rintisan atau startup yang ujungnya berusaha mencari investor.

Mencari investor memang bisa menjadi salah satu jalan pintas untuk mengembangkan bisnis yang memerlukan modal tambahan. Tapi kalian harus tahu dulu karakter dari para investor tersebut.

Mentor Bisnis dan Founder The Entrepreneurs Society, Klemens Rahardja mencatat setidaknya ada 5 pertanyaan yang sering ditanyakan investor kepada pemilik usaha. Pertama dia menanyakan jumlah modal yang dibutuhkan.

"Itu pertanyaan yang paling sering diungkapkan investor, butuhnya berapa," tuturnya dalam acara d'Mentor.

Pertanyaan kedua, uang yang dibutuhkan itu akan dipakai untuk apa saja. Setidaknya pemilik usaha harus punya rencana detil pengembangan usahanya dari modal yang dia butuhkan itu.

Pertanyaan ketiga, investor dapat apa jika menyuntikan modal tersebut. Biasanya di startup mereka menawarkan saham dari perusahaannya.

Pertanyaan keempat, apa skenario terburuk bagi investor. Artinya mereka ingin tahu risiko yang mereka tanggung jika mempercayakan uangnya kepada pemilik usaha. Pertanyaan terakhir, mau dibawa ke mana bisnisnya.

Kalian para pelaku usaha yang sedang mencari investor setidaknya harus mempersiapkan jawaban dari kelima pertanyaan tersebut.

Namun Klemens kembali bertanya apakah kalian benar-benar butuh modal tersebut. Coba renungkan kembali, kalkulasi lagi, apakah memang segitu daruratnya bisnis Anda hingga membutuhkan modal dari investor eksternal.

"Kalau saya bilang jangan terburu-buru kalau kamu sudah punya bisnis," ucapnya.

Jangan pernah terbuai pemikiran bahwa dengan masuknya tambahan modal dari investor baru maka bisnis bisa berkembang pesat. Dia mencontohkan startup, berapa banyak startup yang lahir setiap harinya.

Mereka berebut untuk mencari investor yang dananya kemudian dibakar. Tapi kenyataannya startup yang naik kelas menjadi unicorn dan decacorn di Indonesia bisa dihitung pakai jari. Artinya banyak juga startup yang berujung gulung tikar.

Karena masuknya investor baru ke dalam bisnis kita, bukan hanya masuknya tambahan modal, tapi masuk juga tambahan tanggung jawab. Mereka juga akan menuntut kinerja dari bisnisnya.

"Ya buat apa masukin investor tapi hidupnya nggak tenang, dikejar target. Kenapa nggak jalankan bisnis dengan tenang saja. Bangun, gedein valuasinya, sampai di titik tertentu baru terima modal dari luar," tutupnya.


Sumber :Detikfinance

0 comments: