Derita Para TKI, Harta dan HP Dirampas hingga Dihina Imigrasi Malaysia

Selasa, Mei 25, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani mengungkapkan 135 tenaga kerja Indonesia (TKI) atau atau pekerja migran Indonesia (PMI) mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari petugas imigrasi Malaysia.

Dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Benny mengatakan banyak harta benda TKI asal Malaysia yang hilang ketika mereka masuk tahanan keimigrasian.

"Mereka kalau masuk tahanan keimigrasian pasti disita uang, hp dan rata-rata tidak dikembalikan saat mereka keluar. Bahkan emas gelang atau kalung sudah berubah jadi gelang atau kalung imitasi dan mereka tidak bisa komplain," kata Benny, Senin.

1. TKI dan Indonesia juga dihina petugas imigrasi Malaysia

Lebih lanjut, Benny juga menyebut adanya penghinaan kepada para TKI tersebut, baik secara personal maupun kepada Indonesia.

"Yang membuat saya marah dan sedih, sehingga saya pernah mengeluarkan statement moratorium penempatan ke Malaysia karena kata-kata penghinaan oleh petugas itu selalu dialami pekerja dan bahkan pada negara kita dan itu sering diucapakan oleh petugas tahanan keimigrasian," papar Benny.

2. Usul jemput langsung TKI yang ada di Malaysia

Berdasarkan kasus yang terjadi terhadap 135 TKI tersebut, Benny mengusulkan agar pemerintah menjemput 7.300 TKI yang masih bekerja di Malaysia. Hal itu juga merupakan usulan dari Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad ketika mereka berdua menjemput kepulangan TKI melalui Pelabuhan Tanjung Pinang.

"Usulan nasionalis Pak Gubernur adalah bagaimana kalau yang 7.300 ini kita jemput ke Malaysia baik gunakan tranportasi laut milik KRI atau Kemenhub untuk membuktikan bahwa kita peduli sama PMI," usul Benny.

3. 7.300 TKI asal Malaysia akan pulang Juni atau Juli ini

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 7.300 TKI atau PMI terkendala akan dipulangkan ke Indonesia pada Juni atau Juli 2021.

"Isu krusial di masa pandemik COVID-19 ini akan ada ledakan kepulangan yang cukup besar dari Malaysia sebanyak 7.300 PMI terkendala yang akan dikembalikan ke Indonesia bulan Juni dan Juli 2021," kata Benny.


Sumber : IDN Times

0 comments: