Destinasi Wisata di Kabupaten Malang Disekat

Sabtu, Mei 15, 2021 Majalah Holiday 0 Comments



Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melakukan penyekatan di seluruh destinasi wisata di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur pada masa libur Lebaran 2021. Penyekatan dilakukan untuk menekan penyebaran covid-19.
 
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara, mengatakan pihaknya akan membuat surat edaran terkait penyekatan tempat wisata saat Hari Raya Idulfitri. Sebab, Forkopimda Kabupaten Malang telah sepakat menyamakan persepsi melakukan penutupan destinasi wisata.
 
"Kami sudah melakukan evaluasi terkait penerimaan kunjungan di masing-masing tempat wisata mulai SOP, protokol kesehatan, dalam kondisi pandemi yang belum kita ketahui bersama kapan akan berakhir, memang harus kita lakukan bersama sesuai arahan Forkopimda penyesuaian keputusan bersama tersebut," katanya, Jumat.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang segera menerbitkan surat edaran tentang penutupan lokasi wisata mulai 13-17 Mei 2021. Selama lima hari tersebut, pihak dinas akan menyampaikan kepada pengelola wisata untuk menerapkan surat edaran tersebut.
 
"Dengan harapan tanggal 18 Mei sudah siap menerima kembali kunjungan wisatawan," imbuhnya.
 
Sementara itu, Bupati Malang, M Sanusi, mengatakan kondisi pandemi yang tak kunjung membaik membuat Pemkab Malang harus mawas diri. Dia tak ingin kondisi semakin mengkhawatirkan seperti halnya yang terjadi di India.

"Maka saya bersama Forkopimda mendapatkan instruksi dari pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Dalam Negeri, selama masa penyekatan diberlakukan untuk tidak berkerumun sehingga tempat-tempat wisata di beberapa daerah ditutup sampai tanggal 17 Mei mendatang," katanya.
 
Sanusi menambahkan, selain mudik, destinasi pariwisata juga diberlakukan penyekatan agar masyarakat tidak ada alasan untuk bepergian ke tempat wisata. Forkopimda Kabupaten Malang yelah sepakat untuk melakukan penyekatan di semua tempat wisata dengan tujuan tidak menimbulkan kerumunan.
 
"Kita prihatin dengan kondisi pandemi yang juga masih belum berakhir, tetapi keadaan yang memaksakan kita untuk menyelamatkan nyawa manusia, jangan sampai ada lagi cluster yang bisa membawa dampak fatal bagi masyarakat itu sendiri karena menyelamatkan nyawa manusia itu diatas segalanya," tegasnya.


Sumber :Medcom.id

0 comments: