Destinasi Wisata di Mataram Sepi Pengunjung


Sejumlah destinasi wisata di Kota Mataram sepi pengunjung, Kamis. Sepinya pengunjung tidak terlepas dari penjagaan ketat oleh aparat kepolisian. Pengunjung hendak ziarah ke Makam Loang Baloq harus rela mengantri.

Seluruh objek wisata di Kecamatan Sekarbela mulai dari Pantai Gading, Pantai Senja, Pantai Loang Baloq, Pantai Tanjung Karang sampai Makam Loang Baloq dijaga ketat. Aparat kepolisian berseragam lengkap dan preman berjaga di pintu – pintu masuk destinasi wisata. Untuk masuk Makam Loang Baloq, peziarah harus mengantri.

Zulkarnain, peziarah asal Praya, Lombok Tengah datang bersama rombongan keluarganya menggunakan mobil bak terbuka. Dia terpaksa satu persatu masuk ziarah di Makam Loang Baloq. Alasannya, agar tidak terjadi kerumunan yang memicu penularan virus corona. “Begitu sampai ndak langsung bisa masuk. Dijaga polisi suruh antri,” tuturnya dikonfirmasi usai ziarah pada Kamis.

Zul sapaan akrabnya, berangkat dari kediamannya di Lombok Tengah sekitar pukul 08.00 Wita. Di bundaran Monumen Mataram Metro, Kelurahan Jempong Baru, dijaga oleh petugas dan diminta putar balik. Dia bersyukur diberikan kesempatan untuk ziarah. “Tadi disuruh putar balik. Ndak tahu ngomong apa sama sopir terus dikasih jalan,” pungkasnya.

Penutupan destinasi wisata dirasakan dampaknya oleh pedagang. Nurjanah, pedagang di areal Makam Loang Baloq mengeluh. Seminggu pascalebaran Idul Fitri menjadi moment bagi pedagang mendapatkan keuntungan. Dua tahun di tengah pandemi Covid-19, tak banyak diharapkan. Barang dagangan sepi. Larangan berlibur ke objek wisata menambah beban ekonomi keluarganya. “Sepi sejak ditutup tempat wisata ini,” katanya mengeluh.

Edi, petugas kebersihan Makam Loang Baloq juga merasakan dampak. Penghasilan yang diharapkan dari menjaga kebersihan makam juga turut terkena imbas. Seminggu sebelum lebaran ketupat para peziarah ramai. Dua tahun terakhir sepi. “Yah, sepi seperti sekarang ini. Di luar dijaga sama polisi,” tutur Edi.

Penghasilan diperoleh petugas kebersihan maupun juru kunci dari sumbangan peziarah. Uang dimasukan ke dalam kotak amal akan dibagi dua. Sebagian untuk membayar gaji dan sisanya untuk biaya pemeliharaan. “ Ndak ada yang disetor sekarang. Cukup untuk biaya pemeliharaan saja,” ujarnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kasat Pol PP Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura menyampaikan, pemantauan di objek wisata di Kota Mataram mulai dari Ampenan sampai Sekarbela relatif sepi. Pintu masuk objek wisata dijaga oleh aparat kepolisian. Selain itu, pintu masuk juga dijaga ketat. Tujuan penutupan itu mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19.


Sumber :SUARANTB.COM

No comments

Powered by Blogger.