Dubes RI Bandingkan Budaya Pop di Korsel-Korut

Jumat, Mei 21, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Perbedaan budaya pop Korut dan Korsel diungkap Dubes RI untuk Korut. (AFP/JUNG YEON-JE)


 

Korean wave (hallyu) atau budaya pop asal Korea Selatan kian mendunia. Tak hanya musik, tapi sinetron, film layar lebar, kuliner, fesyen, bahkan hingga kosmetik buatan Negeri Ginseng juga sangat digandrungi masyarakat global, terutama kaum hawa.

Di saat bersamaan, dunia jarang mendengar perkembangan industri hiburan tetangga Korsel di utara, Korea Utara. Salah satu alasannya adalah karena akses informasi terkait Korut terbatas.

Padahal, sejumlah pihak menganggap bisnis hiburan di Korut juga tak bisa dipandang sebelah mata.

Dalam wawancara bersama CNNIndonesia.com, Duta Besar Indonesia untuk Korut, Berlian Napitupulu, mengatakan Korut juga memiliki deretan musisi dan artis yang tak kalah mengagumkan.

Menurut Berlian, industri hiburan di Korut memang tidak bisa disamakan dengan Korsel lantaran perbedaan kondisi politik dan bisnis negara.

"Memang agak beda ya, karena di Selatan kan kapitalis ya banyak dikelola oleh swasta. Di sana memang lagi berkembang budaya K-Pop. Kalau di sini (Korut) kan dikelola negara," ucap Berlian beberapa waktu lalu.

Meski begitu, Berlian menuturkan Korut juga memiliki sederet musisi kelas dunia yang tak jarang dikirim ke luar negeri untuk tampil konser.

"Dalam bidang musik, mereka (Korut) punya banyak pianis luar biasa," kata Berlian.

Sebagai contoh, salah satu pianis muda asal Pyongyang, Choe Jang-hung, pernah menggelar konser tunggal di Gedung Kesenian Jakarta pada April 2018 lalu.

Saat itu, Choe baru berusia 13 tahun tetapi bisa membuat para penonton berdecak kagum dengan jari-jemarinya yang ciamik memainkan sejumlah karya klasik.

Choe bermain piano sejak usia empat tahun dan di usia enam tahun dia sudah memenangkan The International Children Chopin Competition di Polandia.

Beberapa tahun kemudian dia memenangkan Zhong Yin Cap International Piano Competition di China.

Awal tahun 2017, Choe Jang Hung menggondol gelar juara dalam Vladimir Krainev Moscow International Piano Competition di Moskow, Rusia, dan dianugerahi Discovery Prize.

Selain pianis, Berlian juga menyinggung seni senam gimnastik massal (mass gymnastic) Arirang Festival.

Senam akrobatik ini melibatkan sedikitnya 100 ribu peserta. Mereka akan melakukan gerakan senam yang jika dilihat dari jauh akan membentuk sejumlah gambar dan tulisan memukau.

Pertunjukan senam Arirang ini telah menjadi acara tahunan yang cukup menarik wisatawan asing kala perbatasan Korut masih cukup terbuka bebas.

Senam Arirang ini biasanya rutin digelar pada bulan Agustus hingga 10 September setiap tahunnya.

"Nah Arirang ini kualitasnya luar biasa. Saya tanya beberapa teman duta besar asing di sini mereka semua bilang kagum dengan kesenian Korut, terutama Arirang ini. Menurut saya ini kelas dunia," kata Berlian.

Korut juga memiliki sejumlah artis dan penyanyi terkenal. Salah satunya, Sonu Hyang Hui, Sono disebut merupakan pemain biola (violin) pertama Korut dan juga ketua grup musik Korut, Moranbong.

Melansir KBS, Moranbong dianggap menjadi salah satu grup musik paling berpengaruh dan populer di Korut yang memiliki basis penggemar di luar negeri.

Selain Sonu, ada Jang Son Hui, ia merupakan aktris yang dikenal lewat film Love, Love, My Love. Film tersebut bergenre romansa yang kerap dianggap seperti kisah Romeo dan Juliet versi Korut.

Istri dari Pemimpin Tertinggi Korut, Kim Jong-un, juga dianggap sebagai salah satu musisi paling terkenal di negara itu. Ri Sol-ju, ibu negara Korut, merupakan mantan penyanyi yang sangat dikenal lewat lagunya berjudul Footsteps of Soldiers.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: