FOTO: Ngabuburit bersama Mumi

Warga Mesir sekarang dapat memanfaatkan pengalaman bersantap yang unik selama bulan suci Ramadan, saat mereka menikmati makanan berbuka puasa dan sahur di restoran baru yang berjarak hanya beberapa meter dari tempat bersemayam 22 mumi kerajaan yang baru saja dipindahkan ke Museum Nasional Peradaban Mesir di Kairo. (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)


Paket ngabuburit bersama mumi ini merupakan terobosan terbaru pengelola Museum Nasional Peradaban Mesir, demi meningkatkan jumlah kunjungan ke museum terbesar di dunia itu. (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)

Sebelum berbuka puasa, pengunjung yang telah melakukan pendaftaran secara online sebelum kedatangan bisa keliling museum untuk menambah wawasan mengenai sejarah kerajaan yang memulai peradaban di Mesir. (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)



"Mesir adalah negara yang sangat indah. Kami memberikan layanan ini sehingga orang-orang dapat mengenal museum. Mereka mengenal sejarah melalui museum dan di saat yang sama mereka bisa makan makanan enak di restoran. Menurut saya ini pengalaman yang menyenangkan, kata pemilik restoran Dina Al Sabban. (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)


"Benar-benar unik, karena Anda bisa menikmati museum hingga malam hari, ketika tidak ada satu orang pun di sana, jadi hanya ada Anda dan mumi. Anda memiliki semua ruang, waktu dan bahkan ketenangan pikiran untuk berpikir secara mendalam tentang pameran. Secara keseluruhan, ini adalah pengalaman yang belum pernah saya alami sebelumnya,” ujar Farida Mostafa. (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)


Koleksi permanen di Museum Nasional Peradaban Mesir dibagi menjadi dua wilayah terpisah, kronologis dan tematik. (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)

Wilayah kronologis lalu dibagi lagi menjadi; Archaic, Firaun, Yunani-Romawi, Koptik, Abad Pertengahan, Islam, modern dan kontemporer.  (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)

Sementara wilayah area tematiknya dibagi menjad; Kebangkitan Peradaban, Sungai Nil, Sastra, Negara dan Masyarakat, Budaya, Keyakinan dan Pemikiran, dan Galeri Mumi Kerajaan.  (REUTERS/MOHAMED ABD EL GHANY)

Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.