Hadapi Pandemi, Bisnis Karoseri Prospektif Seiring dengan Pertumbuhan Industri Logistik

Selasa, Mei 25, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Direktur Utama PT Harapan Duta Pertiwi Tbk Kevin Jong optimistis bisnis karoseri masih prospektif seiring dengan meningkatnya kebutuhan logisitik di dalam negeri. Meski pandemi Covid-19 telah berdampak pada bisnis karoseri, namun sektor logistik masih mencatatkan pertumbuhan yang cukup baik.

"Saya cukup optimis karena memang dari pandemi ini kita belajar bahwa pengiriman barang tetap jalan, belanja online tetap jalan, kita tetap butuh makanan, sehingga semua perlu angkutan logistik. Jadi kami melihat sektor ini tetap tumbuh dan stabil seiring dengan adanya pembangunan jalan dan infrastruktur," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Senin.

Harapan Duta Pertiwi adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan karoseri dengan berbagai macam lini produk seperti dump truck, tangki air, tangki crude palm oil (CPO) dan bahan bakar minyak (BBM).

Menurut dia, inovasi menjadi kunci dalam menjalankan bisnis karoseri. Dana yang terhimpun dari penawaran umum akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja dalam bentuk pembelian bahan baku untuk pembuatan bagian atau karoseri kendaraan bermotor.

"Inovasi produk terus kami lakukan untuk menambah lini produk yang bisa dijual. Ada produk-produk baru yang kami tambah sehingga market tidak terfokus pada produk-produk yang kami jual," ungkapnya.

Selain itu, perusahaan juga terus memperbarui teknologi untuk menunjang bisnis karoseri. "Saat ini kami baru melayani dalam negeri saja karena potensinya masih sangat besar. Tetapi kalau ada kesempatan untuk ekspor tentu akan kami ambil," imbuhnya.

Kevin juga meyakini langkah perusahaan untuk melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan langkah yang tepat. Dia optimis seiring dengan pemulihan ekonomi maka bisnis karoseri juga akan bergairah.

"Kami tidak ingin kehilangan momentum. Jadi ketika ekonomi sudah kembali normal, kami sudah siap," tandasnya.


Sumber : IDX Channel



0 comments: