Jadi Kota Miliarder, Tak Semua Orang Kaya Dunia Berkantor di Beijing

Kamis, Mei 27, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Beijing Dinobatkan Sebagai Kota Miliarder. (Foto: Okezone.com/Forbes)


Beijing dinobatkan sebagai Kota Miliarder, bahkan jumlah orang kaya yang tinggal di sana melampaui kota seperti New York. Namun demikian, para miliarder ini tidak berkantor di Beijing. 

 Dalam Daftar Miliarder Dunia yang ke 35 Tahun dilansir dari Forbes, Rabu (26/5/2021), terungkap bahwa sedikitnya ada 2.755 miliarder yang terlahir dalam 12 bulan terakhir. Ini berarti sekitar 660 lebih dari tahun sebelumnya. Bila diakumulasikan, maka seluruh kekayaan mereka bernilai lebih dari USD13,1 Triliun.

Fenomena pandemi covid19 justru menghasilkan pertumbuhan kian banyak miliarder. Bahkan seorang miliarder berhasil lahir setiap 17 jam. Setidaknya 100 di antara mereka kini tinggal di Beijing sehingga menjadikan kota tersebut menggantikan New York yang selama ini disebut sebagai ibu kotanya para miliarder.

Tapi ada satu yang menarik dari seluruh nilai kekayaan yang luar biasa tersebut, yaitu nyaris tidak ditemukan satupun perusahaan keluarga (Family Offices) di Beijing. Sementara Beijing merupakan basis sekitar 5% dari seluruh kantor keluarga di kawasan Asia.

Bahkan konsultan kantor kelurga, Agreus, menemukan bahwa 25% dari seluruh kantor keluarga di Asia Pasifik justru berlokasi di Singapura. Lokasi berikutnya diikuti oleh 20% berada di Hong Kong, 20% di Australia, 15% di India dan 20% sisanya tersebar di Indonesia, Selandia Baru dan berbagai kota lainnya, termasuk juga Beijing.

Tapi dengan begitu banyak kekayaan yang dihasilkan dari Beijing, sebuah hal yang luar biasa melihat kantor-kantor keluarga dalam jumlah yang sangat kecil. Fenomena tersebut pada dasarnya langsung terjawab. Ini tergantung kondisi aturan hukum di suatu negara tersebut. Bahkan juga memperhitungkan jumlah penyedia jasa Kantor Keluarga, termasuk juga kondisi stabilitas politik di kota tersebut.

Hong Kong dan singapura menjadi kawasan kantor keluarga yang terdekat dari Beijing. Kedua kota tersebut menawarkan layanan korporasi, kapasitas SDM yang menjanjikan, dan beragam infrastruktur yang sama sekali tidak dimiliki di Beijing, sang ibukota para miliarder.

Tapi ini bukan berarti hendak mengatakan status miliarder tidak akan mempercepat Beijing sebagai kawasan baru kantor keluarga. Bahkan status baru sangat mungkin disandang Beijing. Karena dari penelitian UBS, kota Beijing menjadi terkenal di kalangan para pemimpin kantor keluarga kawasan Asia saat ini.

Para elit pemimpin kantor keluarga di Asia Pasifik saat ini menyatakan ada kemungkinan besar akan membuka kantor keluarga kedua di Beijing. Ini juga didukung data dari '2020 Chinese Family Office Report'. Beijing menjadi jawaban paling populer keempat setelah Hong Kong, Singapura dan AS. Ini menempatkan Beijing unggul di atas Inggris dan Eropa sebagai kota yang disukai.

Laporan yang sama juga menemukan bahwa sebagian besar bisnis yang berhubungan dengan keluarga super kaya atau UHNW di Cina ternyata memiliki markas di Beijing (24%). Berikutnya dengan tekanan global melakukan IPO di bursa saham, ini juga akan memicu lebih banyak kantor keluarga yang dibikin di Beijing untuk mengelola potensi kekayaan baru.


Sumber : okezone.com

0 comments: