Kenapa Ada Wanita Nekat Kirim Sate Beracun karena Gagal Dinikahi Pacar?

Nani Aprilliani Nurjaman, pegirim takjil beracun di Bantul

Wanita bernama Nani Aprilliani melakukan tindakan nekat setelah keinginannya menikah dengan sang mantan kekasih gagal terwujud. Dia mengirimkan sate beracun sianida.

Nani Apriliani kini telah ditangkap pihak kepolisian Polda DIY atas aksinya mengirimkan sate beracun untuk mantan kekasihnya Tomy. Sate beracun itu berakhir salah sasaran dan menyebabkan korban melayang.

Kepada polisi, Nani mengungkap alasannya mengirim sate beracun untuk Tomy. Motifnya sakit hati," kata Direskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satria saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Jalan Jenderal Sudirman, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Senin (3/5/2021).



Nani dan Tomy menjalin hubungan cinta namun sudah berakhir. Nani sakit hati setelah hubungan cintanya dengan Tomy berakhir, pria tersebut menikahi wanita lain.

"Sakit hati karena ternyata si target menikah dengan orang lain dan bukan dengan dirinya," ujar Burkan.

Dampak Psikologis yang Dirasakan Seseorang Saat Gagal atau Batal Menikah

Menurut Psikolog Klinis Dewasa Alfath Hanifah Megawati, M.Psi. saat batal nikah terjadi dampaknya akan memunculkan berbagai emosi yang tidak nyaman. Seperti sedih karena kehilangan orang yang pernah mencintai dan kita cintai, kehilangan hubungan yang spesial, kehilangan kesempatan untuk berkeluarga dan lainnya.

Apabila pembatalan pernikahan itu terjadi ketika segala sesuatunya sudah dipersiapkan, orang yang diputuskan atau dibatalkan secara sepihak juga akan merasa malu dan marah karena merasa diperlakukan tidak adik. Berbagai emosi negatif itu jika tidak dapat diatasi dapat mengganggu kehidupan sehari-hari orang tersebut.

"Misalnya, dapat membuat kita menangis terus berhari-hari, munculnya pikiran negatif (misalnya, saya tidak berharga, saya tidak layak dicintai, saya gagal), membuat mood kita rendah, tidak berminat untuk beraktivitas, bahkan terganggunya aktivitas harian kita (tidak mau makan, kerja, mengurung diri)," kata psikolog yang akrab disapa Ega itu kepada Wolipop belum lama ini.

Ega menambahkan dalam tingkat ekstrem, batal nikah setelah lamaran atau menjelang hari pernikahan dapat mendorong seseorang untuk melakukan perbuatan yang dapat melukai diri sendiri atau orang lain. "Seperti melukai mantan pasangan atau orang-orang yang terlibat dalam kandasnya hubungan tersebut," tambahnya.

Hal inilah yang terjadi pada Nani Aprilliani. Akibat perasaan terlukanya karena mantan pacarnya menikahi wanita lain bukan dirinya, dia melakukan tindakan ekstrem yang sadis yaitu mengirimkan satu beracun sianida.

Pastinya apa yang dilakukan Nani bukanlah hal yang patut ditiru. Jika memang kamu mengalami nasib serupa dengan Nani, gagal menikah atau batal menikah, psikolog Alfath Hanifah Megawati, M.Psi. memberikan beberapa saran bagaimana mengelola rasa stres atau emosi tersebut.

Berikut cara mengatasi perasaan sedih, marah atau depresi ini ketika batal atau gagal menikah terjadi:


1. Ambil waktu untuk kita menenangkan diri dan menerima bahwa ini memang kondisi yang tidak nyaman untuk dihadapi, apapun alasannya.

2. Fokus untuk menemukan tujuan diri kita kembali: apa yang ingin kita capai, apa yang kita butuhkan, apa yang membuat kita bahagia dan lain sebagainya.

3. Mintalah orang terdekat kita untuk mendampingi dan memberikan masukan yang dapat membantu diri kita bangkit.


4. Jika sudah cukup tenang, selesaikan masalah yang hadir karena pembatalan ini. Misalnya, mengembalikan barang-barang yang dibeli oleh mantan pasangan, memberikan kejelasan (jika belum dilakukan), menyelesaikan perjanjian yang berkaitan dengan rencana pernikahan (misalnya: booking gedung, vendor, dsb).

5. Ambil pelajaran yang kita dapatkan dari kandasnya hubungan ini. Apa yang perlu diri kita kembangkan, antisipasi atau persiapkan untuk relasi di masa mendatang.


Sumber : wolipop

No comments

Powered by Blogger.