Kisah Mahasiswa RI Kuliah di China: Sempat 'Gagap' Berkomunikasi

Kamis, Mei 20, 2021 Jarmani. S.Pd, M.Pd 0 Comments



  Belajar di China ternyata tidak hanya sekadar mimpi. Fauzan Abdul Aziz Rasyad yang lulus dari SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru membuktikan harapan bisa terwujud asal mau adaptasi dan kerja keras.
"Saya dapat beasiswa provinsi Jiangsu Government Scholarship," kata Fauzan yang kini menjadi mahasiswa S1 di Nanjing Forestry University saat dihubungi detikEdu pada Selasa (18/5/2021) dalam Program Lipsus detikcom dengan PPID (PPI Dunia).Fauzan mengambil jurusan e-commerce dan menjadi mahasiswa angkatan 2016. Namun, ia tidak langsung kuliah karena harus mengambil kelas bahasa satu tahun. Kelas bahasa wajib untuk semua mahasiswa dari luar China.

Bahasa tak bisa dipungkiri menjadi salah satu masalah saat kuliah. Mahasiswa berusia 27 tahun ini sempat mengalami keterbatasan komunikasi, sehingga hanya berbicara saat mengerti kata-kata yang digunakan.

Setelah mengambil kelas bahasa dan kuliah, Fauzan mulai berani menjalin pertemanan. Fauzan juga berkomunikasi dalam bahasa China, meski temannya sesekali tampak mengerutkan kening.

Ekspresi tersebut muncul jika Fauzan salah menggunakan kata pengucapan. Tentunya Fauzan tidak menyerah saat belajar bahasa China, sebagai alat komunikasi sehari-hari.Seiring waktu, kemampuan bahasa China Fauzan makin baik hingga mampu melakukan presentasi. Menurut Fauzan, saat ini dia sudah mampu berkomunikasi layaknya mahasiswa yang berasal dari China.

"Dosen di sini tidak pandang bulu. Kalau sudah mengambil kelas bahasa, kita dipandang mampu berkomunikasi layaknya mahasiswa dari China. Karena itu, bahasa China harus dikuasai dengan baik," kata Fauzan.

Selain bahasa, lingkungan sekitar juga menjadi tantangan. Fauzan menjelaskan pressure dalam belajar terutama di tahun awal kuliah. Dia harus memperhatikan tiap detail saat dosen sedang menyampaikan kuliah.


Saat mendengar kata asing Fauzan langsung mencatatnya. Setelah sampai di asrama, Fauzan akan mencari arti kata tersebut dalam bahasa Inggris. Dengan cara ini, Fauzan berharap tidak melewatkan materi kuliah.

Fauzan juga tidak segan menerjemahkan materi kuliah sebelum belajar atau membuat tugas. Semua kerja keras tersebut berbuah manis di tahun terakhirnya kuliah. Fauzan saat ini sedang menunggu pengumuman kelulusannya.

"Pengumuman kelulusan bulan ini usai sidang. Untuk wisudanya bulan depan," kata Fauzan yang menulis perkembangan e-commerce di China dan Indonesia sebagai tugas akhirnya.Setelah lulus kuliah, Fauzan berencana bekerja lebih dulu di China. Fauzan mengatakan ingin mencari pengalaman lebih dulu di negara tersebut. Setelah itu, Fauzan ingin segera kembali ke Indonesia.

Bagi yang ingin kuliah di China, cerita Fauzan tentu bisa jadi inspirasi. Asal rajin dan tidak mudah menyerah, kamu bisa mengikuti jejak Fauzan.

Sumber :detik.com

0 comments: