Kisah Mahasiswa RI Lebaran di Amerika Serikat: Sholat Id Tanpa Teman Indonesia

Ahmad Mujizun, mahasiswa S3 dari North Carolina State University Amerika Serikat membagikan kisah lebarannya di Amerika Serikat tahun ini. Menurutnya, suasana lebaran terasa sepi karena harus menghadiri sholat Idul Fitri berjamaah tanpa ditemani dengan teman mahasiswa Indonesia yang lain.

"Saya kurang semangat karena teman-teman Indonesia tidak ada yang pergi ke sana (sholat Idul Fitri berjamaah)," kata Jizun kepada detikEdu dalam Program Lipsus detikcom dengan PPID (PPI Dunia), Kamis (20/5/2021).

Menurutnya, tidak ada hari libur nasional di Amerika Serikat saat hari lebaran. Karena itulah, para mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat absen menghadiri sholat Idul Fitri berjamaah. Beberapa di antaranya belum melakukan vaksinasi dan ada yang masih menghadiri agenda di kampus masing-masing.

"Ada yang berhalangan, kemudian ada yang belum vaksin, ada yang ujian (sidang) segala macam," imbuh Jizun.

"Jadi ya ke sana (aula tempat sholat Id) asing gitu rasanya sih," tambahnya sambil tertawa.

Sumber :Jizun juga menjelaskan bahwa pelaksanaan sholat Idul Fitri secara berjamaah di Amerika Serikat sudah diperbolehkan. Bahkan pada lebaran tahun ini, mereka melaksanakannya di tempat terbuka, yakni sebuah aula besar di Kota Raleigh, Amerika Serikat.

Perlu diketahui, saat lebaran tahun kemarin sudah diberlakukan pembatasan sosial. Sebab itulah, sholat Idul Fitri berjamaah masih dilarang dan para mahasiswa Indonesia biasanya melakukan sholat Idul Fitri di apartemen salah satu mahasiswa tersebut.

Meskipun Jizun merasa kesepian saat sholat Idul Fitri, para mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat berinsiatif untuk kumpul bersama sekadar makan-makan di hari lebaran. Bahkan pada hari itu pun mereka merayakan syukuran untuk salah satu teman mereka yang baru saja lulus S3.

"Sama teman-teman Indonesia sudah kayak saudara, kita ketemu di salah satu apartemen yang punya ruangan yang besar. Kemarin waktu lebaran ada yang lulus S3, jadi at the same time (secara bersamaan) ngerayain lebaran sama congratulate (mengucapkan selamat) teman yang sudah lulus," ceritanya.

Tidak hanya dihadiri oleh 8 mahasiswa Indonesia, mereka pun mengundang warga Amerika Serikat yang dekat dengan para mahasiswa Indonesia di sana. Di apartemen tersebut, mereka juga menikmati makanan khas Indonesia yang mereka masak sendiri, sepeti nasi liwet dan soto.

Menurut Jizun, sebenarnya PERMIAS (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat) berencana untuk mengadakan halal bihalal bersama pada hari lebaran. Namun, sayangnya agenda tersebut tidak terealisasi.Sebagai informasi, PERMIAS adalah persatuan pelajar Indonesia di Amerika Serikat yang dikenal di negara lain dengan nama PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia).

Kembali lagi ke Jizun, mahasiswa jurusan Animal Science ini juga mengungkapkan bahwa para mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat tidak memakan kue khas lebaran Indonesia. Mereka lebih memilih untuk membeli kue-kue yang tersedia di sana dan menikmati kue khas lebaran dari Maroko, seperti kue tajin dan kue kanafa.

"Tapi kemarin dapat dari teman Amerika imigran dari Maroko, istrinya membuat kue-kue (khas lebaran di Maroko) terus dikirim ke sini (apartemen mahasiswa)," tutupnya sambil tertawa.

sumber : detik.com

No comments

Powered by Blogger.