Kongsi Pecah, Bisnis MLM Macet, Modal Rp 3,5 M Hilang

Senin, Mei 17, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


INDRA Tantomo mengajak George Harijanto berbisnis multilevel marketing (MLM) M101. George sempat menolak karena tidak punya uang. Indra meyakinkan dapat mencarikan dana talangan apabila George bersedia berkongsi dengannya.

Pada 2018, Indra mengajak George menemui Kadiono Gunawan di Jalan Darmo Indah Timur untuk utang Rp 8 miliar. Indra juga masih berutang kepada Kadiono dan belum lunas.

”Awalnya dia (Indra, Red) butuh dana dengan menunjukkan proposal bisnis MLM dengan Pak George,” kata Andi Gunawan, anak Kadiono yang juga ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Putra Mandiri, saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya.

Indra meyakinkan masih punya aset perusahaan di kawasan MERR. Dia juga mengaku punya mobil Nissan Elgrand. Kadiono dan Andi sempat diajak ke perusahaannya di Rungkut untuk meyakinkan. Berdasar pengamatannya, perusahaan itu masih aktif sehingga permohonan dana talangan layak dipertimbangkan.

Kadiono bisa memberikan utang. Namun, koperasi simpan pinjam (KSP) Putra Mandiri Jawa Timur miliknya hanya mampu meminjami Rp 4 miliar. Itu pun harus ada jaminan yang diagunkan. Kadiono juga masih ragu karena Indra punya utang yang belum lunas. Indra meminta George menyerahkan sertifikat hak milik (SHM) tanah seluas 1.100 meter persegi di Siwalankerto. ”Nilai asetnya dibilang Rp 8 miliar,” ujar Andi.

Mereka membuat perjanjian utang di hadapan notaris. Andi sempat meminta komitmen Indra dan George untuk melunasi utang itu sebelum memberikan dana talangan. ”Pak Indra mengatakan uang yang dipinjam akan dia putar di bisnis MLM. Dia juga kasih lima cek bank,” katanya.

Cek itu senilai Rp 5,3 miliar. Indra menandatanganinya. Utang pun cair. Namun, tidak utuh Rp 4 miliar. Hanya Rp 3,7 miliar karena dipotong biaya administrasi dan lainnya. Indra dan George harus melunasi dengan ditambah bunga 4,6 persen per bulan. Dari nilai utang itu, Rp 3,5 miliar mereka transfer ke rekening perusahaan MLM untuk investasi. Sisanya Rp 220 juta dipakai Indra untuk bayar utang.

Lima bulan kemudian ketika jatuh tempo, mereka tidak sanggup melunasi utang. Kadiono sempat mencairkan cek yang pernah diberikan. Namun, cek tersebut kosong. Indra dan George juga pecah kongsi. Kadiono memang sudah menguasai SHM milik George yang diagunkan. Namun, pemohon utang tercatat Indra.

”Pak Indra merasa dicurangi Pak George. Sebaliknya, Pak George juga bilang sama, merasa dicurangi. Saya bilang ke mereka silakan diselesaikan dulu karena konflik internal,” katanya.

Sebagian cek itu bisa dicairkan. Sebagian lain tidak bisa. Kadiono mengaku merugi Rp 3 miliar dari utang yang belum terbayar. Dia memidanakan Indra yang kini sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya. Jaksa penuntut umum Ni Made Sri Astri Utami mendakwa Indra menipu Kadiono.

Secara terpisah, Kadiono dan George juga saling lapor di kepolisian. Kadiono melaporkan George telah menipu dan menggelapkan uangnya. Sementara itu, George melaporkan bahwa sertifikatnya digelapkan Andi. Mereka sempat menjajaki perdamaian di kepolisian, tetapi belum ada titik temu mengenai nilai uang yang harus dikembalikan. ”Kalau uang kami dikembalikan, kami akan kembalikan sertifikatnya,” katanya.

Sementara itu, Indra punya versi lain. Pengutang adalah George, bukan dirinya. Indra merasa dibohongi kongsinya tersebut. ”Saya disuruh George bikin cek untuk pembayaran. Saya bayar cek pakai uang pribadi saya. Masuk rekening saya atas perintah George saat di perjanjian. Saya juga merasa ditipu George,” ujar Indra.


Sumber :JawaPos.com




0 comments: