Lika-liku Man City Juara Liga Inggris 2020-2021, Terseok-seok di Awal hingga Raih Kejayaan

Manchester City (Foto: Reuters)

MANCHESTER – Manchester City telah dinobatkan sebagai juara Liga Inggris 2020-2021. Kepastian gelar itu didapat setelah Manchester United menelan kekalahan dari Leicester City 1-2 di Old Trafford, Rabu (5/12/2021) dini hari WIB.

Berkat kekalahan Man United, maka poin Man City di papan klasemen tidak akan terkejar oleh rival sekotanya tersebut. Keduanya saat ini berjarak 10 poin, sementara kompetisi tinggal menyisakan tiga laga lagi.

Manchester City

Namun, situasi sulit harus dihadapi Man City dalam meraih gelar Liga Inggris musim ini. Betapa tidak, Man City sendiri dapat dikatakan menjalani kompetisi 2020-2021 seperti tanpa tujuan setelah terseok-seok pada awal musim.

Tercatat hingga November 2020, skuad asuhan Josep ‘Pep’ Guardiola itu harus puas menempati urutan ke-11. Bahkan dari 12 pertandingan awal Liga Inggris 2020-2021, Man City terhitung hanya mampu memenangkan setengahnya.

Cobaan pun datang pada akhir Desember 2020, ketika skuad Man City dilanda badai Covid-19. Kehilangan para pemain pun membuat Guardiola memutar otaknya demi tetap menyelamatkan musim Man City.

Menariknya, Man City tidak kehilangan harapan dengan wabah Covid-19 tersebut. Skuad berjuluk The Citizens tersebut tetap tampil konsisten dengan skuad yang pincang.

Selain itu, sejak akhir tahun lalu, Guardiola memang berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan nyawa Man City. Kembali ke sistem 4-3-3, membuat Man City akhirnya lebih banyak mengontrol bola dan memainkan permainan menyerang, seperti musim-musim sukses sebelumnya.

Sejak saat itu, Man City pun tampil luar biasa. Mereka berhasil memenangkan 15 pertandingan Liga Inggris secara beruntun, dengan 28 pertandingan tak terkalahkan di semua kompetisi.

“Kami mulai membangun kembali dan merekonstruksi tim sejak saat itu. Kami sukses di masa lalu dan (kami harus) kembali pada permainan posisi kami, memindahkan bola lebih cepat, melakukan lebih banyak operan, lebih banyak bertahan di posisi dan lebih sedikit berlari dengan bola,” ucap Guardiola, melansir dari Goal, Rabu (12/5/2021).

Man City

Tak hanya itu, garis pertahanan yang kuat menjadi kunci kesuksesan Man City lainnya. Kehadiran Ruben Dias pada September 2020, telah membentuk kekuatan tangguh barisan belakang Man City sejak kepergian Vincent Kompany.

Bersama John Stones, Dias mampu membangun kemitraan dengan sangat baik. Tercatat, mereka hanya kebobolan sekali dalam 13 pertandingan pertama sebagai duet bek Man City. Selain itu, mereka juga kemasukan empat gol saat berada di lapangan bersama di kompetisi Liga Inggris.


Sumber : okezone.com

No comments

Powered by Blogger.