Membangkitkan New York dari Tidurnya dengan Pesta Outdoor

Selasa, Mei 25, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Pascapandemi dan vaksinasi, warga New York banyak yang memilih menggelar pesta di Central Park. (AFP/KENA BETANCUR)


Setelah 14 bulan penguncian wilayah dan pembatasan perjalanan, warga New York sekarang dapat menikmati kotanya lagi.

Tetapi banyak yang lebih memilih berhati-hati, bahkan tak sedikit yang ragu-ragu untuk kembali ke kehidupan sosial yang mereka nikmati "sebelumnya", salah satunya berpesta.

Yesenia Herra (33), yang sering menyelenggarakan acara untuk orang yang gemar kongko, akhir pekan lalu mengadakan pesta pertamanya sejak Maret 2020, mengundang sekitar 20 teman dan keluarga untuk merayakan ulang tahun pertama putrinya.

Demi keselamatan para tamunya, yang hampir semuanya telah divaksinasi penuh, ia mengatur pertemuan di luar ruangan di Central Park, dengan meja dan kursi lipat, balon diikat ke dahan pohon, serta makanan dan minuman yang melimpah.

"Sebelumnya saya tidak merayakan apapun karena pandemi," katanya kepada AFP.

"Dan ini adalah perayaan pertama saya untuknya, dan saya benar-benar ingin melakukannya dengan keluarga dan teman-teman saya. Saya tahu dia mungkin tidak mengingatnya, tetapi saya ingin dia tahu bahwa kami merayakannya," katanya.

Sementara tamunya tampak senang bisa bersama, banyak yang mengatakan bahwa mereka belum ingin mengundang orang ke rumah mereka - kecuali teman dekat yang mereka yakin telah divaksinasi.

"Saya tidak tahu apakah kami bisa kembali nyaman dengan sosialisasi ... tidak dalam waktu dekat," kata Merry Mathes (58).

Pengunjung taman yang lain, Marcus, seorang paralegal berusia 25 tahun yang telah divaksinasi, sedang berpesta bersama selusin teman, dengan seorang DJ yang memainkan musik.

Dia hanya menghadiri dua pesta sejak Maret 2020, keduanya di luar ruangan: satu, yang dibatasi untuk 10 orang, untuk pernikahan sahabatnya, dan yang lainnya di Central Park pada awal Mei.

"Saya belum siap untuk pesta di dalam ruangan, mungkin di musim gugur nanti," katanya.

'Bagaimana jika pandemi terulang lagi?'

"Bisnis sedang ramai sejak minggu lalu," kata Lemuel Rodrigues, manajer toko pernak-pernik pesta di Manhattan.

"Kebanyakan orang melakukannya di rumah atau di taman, dengan anggota keluarga lain yang mereka kenal," katanya.

Meskipun pendapatannya tidak naik secara signifikan, ia memuji kehati-hatian pelanggannya yang terus berlanjut: Walau 60 persen populasi orang dewasa kota telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, banyak warga New York terus memakai masker di jalan, meskipun peraturan itu dicabut pada akhir April.

"Banyak orang ingin kembali ke kehidupan normal. Bisakah Anda bayangkan jika pandemi terulang lagi?"

Kehati-hatian seperti itu dilirik sebagai bisnis baru oleh Amanda Orso, yang menjadi tim pembuat pesta skala kecil, biasanya di rumah.

Dalam beberapa minggu terakhir, dia telah diminta untuk mengadakan beberapa pertemuan kecil oleh orang-orang yang ingin merayakan "telah divaksinasi" - dengan beberapa sajian bertema pandemi, seperti minuman yang disajikan dengan jarum suntik.

Laurence Anthony (36) seorang pembicara motivasi dan penulis, adalah di antara yang pertama, pada bulan April, untuk meminta jasanya: Setelah lebih dari satu tahun menjauh dari kerumunan, dia mengadakan acara makan siang di apartemennya dengan tamu 10 orang, semuanya telah divaksinasi, untuk merayakan selesainya vaksinasi.

"Ini semacam kesempatan untuk merefleksikan dan mengakui ... betapa pentingnya sosialisasi setelah pandemi," katanya.

Pada pertengahan Mei, dia pergi ke pesta dalam ruangan yang dihadiri sekitar 50 orang. "Itu adalah acara pertama yang saya kunjungi di mana saya tidak mengenal mayoritas orang," katanya.

Pertemuan itu begitu dekat dengan "normal" yang dulu, sehingga "seminggu kemudian kami masih membicarakannya, dan betapa berbedanya rasanya berada di pesta biasa."

Bar dan restoran diizinkan buka dengan kapasitas penuh sejak Rabu. Tapi kapan New York akan kembali menjadi kota yang tak pernah tidur dengan pesta-pestanya yang meriah?

Menurut Marcy Blum, yang menyelenggarakan pesta dan pernikahan untuk pelanggan kaya raya, meski tempat resepsi besar tidak dibuka kembali sebelum September, pemesanan jasanya sudah penuh hingga April 2022.

Telepon mulai berdering sebulan lalu, "ketika sudah jelas kami semua akan memiliki akses ke vaksin," katanya.

"Semuanya seakan bersamaan mengadakan acara," tambahnya, mencatat bahwa orang-orang yang telah menunda pesta pernikahan mereka sekarang menjadwalkannya kembali, tetapi "orang-orang masih berhati-hati ... semua orang masih menginginkan tempat di luar ruangan atau di bawah tenda."

Met Gala, salah satu acara sosial paling populer di dunia, kemungkinan besar akan melambangkan pemulihan ini: Setiap tahunnya diadakan pada bulan Mei lalu dibatalkan pada tahun lalu karena pandemi, saat ini acara itu dijadwalkan berlangsung pada 13 September 2021.


Sumber : cnnindonesia.com

0 comments: