Mengenal Kawah Sileri Dieng yang Tengah Alami Erupsi

https: img.okezone.com content 2021 05 02 408 2404317 mengenal-kawah-sileri-dieng-yang-tengah-alami-erupsi-f8gHGxul8j.jpg

KAWAH Sileri di Dataran Tinggi Dieng meletus, memuntahkan lumpur dan bebatuan. Meski erupsi, kawasan wisata ini tidak ditutup.

Perlu Anda ketahui, Kawah Sileri merupakan kawah vulkanik aktif yang berada di wilayah Dataran Tinggi Dieng. Kawah ini terletak di lereng barat kluster Gunung Pagerkandang-Sipandu.

Kawah ini merupakan kawah yang paling aktif di Dataran Tinggi Dieng dan pernah meletus beberapa kali. Meskipun demikian kawah ini menjadi tujuan wisata untuk melihat fenomena alam Dieng dari dekat.

Kawah Sileri juga terluas di Dataran Tinggi Dieng, dengan permukaan air yang terus menerus mengeluarkan asap putih. Biasanya wisatawan yang ingin mendekat ke bibir kawah telah disediakan tangga dari beton yang berjejer membelah ladang penduduk, kemudian akan sampai pada gazebo.

Bagi yang ingin lebih dekat lagi, juga masih bisa menuruni sedikit jalan dan foto-foto di lokasi ini sangat dahsyat dan indah dengan background asap tebal putih yang mengepung. Namun pascaerupsi, wisatawan diminta untuk menjaga jarak aman.

Berikut lima keunikan Kawah Sileri yang bisa Anda simak. dirangkum MNC Portal, Minggu (2/5/2021).

Kawasan Wisata

Kawah Sileri meskipun berpotensi cukup berbahaya telah menjadi objek wisata alam di Dataran Tinggi Dieng yang menawarkan pemandangan yang indah. Suasana di sekitar Kawah Sileri pun terassa hangat, karena uap muncul dari air yang mengenangi kawah, air ini kemudian mengalir ke kali kecil yang ada di sebelahnya.

Berwisata ke kawah dapat digolongkan sebagai aktivitas yang menakjubkan karena anda dapat menyaksikan gemuruh perut bumi disertai dengan uap panas. Anda juga masih bisa menyaksikan pemandangan yang masih sangat alami di sekitar Pegunungan Pagerkandang-Gunung Sipandu, bukit-bukit hijau menjulang, serta lahan pertanian milik warga yang menambah suasana asri.

Lokasi

Kawah Sileri ini masih termasuk dalam daerah wisata dataran tinggi Dieng. Kawah ini berlokasi di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah.

Pemandangan

Pada saat pagi hari uap dari kawah sileri ini seperti masih menempel dipermukaan air, kemudian jika ditunggu sampai beberapa saat uap air ini akan mulai terangkat, dan terpisah dari permukaan air. Pemandangan yang cukup langka dapat ditemui di sini, kondisi seperti ini terjadi karena pengaruh sinar matahari yang menyinari kawasan kawah ini.

Warna Air

Nama Sileri berasal dari bahasa Jawa yaitu Leri atau air sisa cucian beras. Air kawah ini terlihat berwarna silver dan mengalir ke Sungai Dolog inilah yang akhirnya diberi nama Leri atau Sileri, sesuai dengan warna air yang terlihat kotor seperti leri.

Erupsi

Erupsi pada 4 Desember 1944 dikenang sebagai salah satu bencana alam di Dieng yang memakan banyak korban. Satu dusun (Dusun Jawera) tertimbun oleh tanah longsor akibat gempa bumi yang dipicu letusan kawah. Pada masa itu tidak dilakukan evakuasi terhadap korban, sehingga dusun dibiarkan tertimbun.

2 Juli 2017 Menyemburkan lumpur setinggi 200 meter yang menyebabkan 10 orang korban luka-luka. Selain itu, di tahun 2017 letusan juga telah terjadi pada 30 April dan 24 Mei. 8 April 2018 - Kawah Sileri meletus dan mengeluarkan semburan lumpur dengan tinggi kurang lebih 150 meter.

Terbaru pada 29 April 2021 kawah Sileri Dieng mengalami erupsi pada pukul 18.25 WIB. Erupsi freatik ini melontarkan material 400 meter ke arah selatan (material batuan 200 meter dan lumpur 400 meter), ke arah timur (material batuan 200 meter dan lumpur 300 meter), ke arah barat 200 meter berupa lumpur.

Sumber : okezone

No comments

Powered by Blogger.