Pesta Bir Tahunan Oktoberfest Dibatalkan Lagi

Suasana Oktoberfest di Munich, Jerman, pada tahun 2017. (AFP PHOTO / Christof STACHE)

Pejabat Bavaria pada hari Senin (3/5) mengumumkan pembatalan perayaan Oktoberfest untuk tahun kedua berturut-turut karena kekhawatiran atas penyebaran COVID-19, dengan mengatakan terlalu banyak risiko menjadi tuan rumah perayaan, yang kerap didatangi pengunjung dari seluruh dunia, selama pandemi masih melanda dunia.

Gubernur Bavaria Markus Soeder mengatakan dengan "berat hati" mereka memutuskan untuk membatalkan festival tahunan yang populer di negara mereka itu, tetapi dengan jumlah kasus virus Corona yang masih tinggi dan rumah sakit Jerman sedang berjuang menyembuhkan pasien, keputusan itu terpaksa dilakukan.

"Oktoberfest akan digelar lagi, dan lebih besar," janjinya, seperti yang dikutip dari AP pada Rabu (5/5).

Jerman berada di tengah-tengah penguncian virus Corona yang mencakup larangan pertemuan besar, dengan tingkat infeksi 146,9 infeksi mingguan baru per 100 ribu penduduk.

Bavaria sedikit di bawah rata-rata nasional dengan 145,4 infeksi mingguan baru per 100 ribu penduduk, menurut pusat pengendalian penyakit negara itu, Robert Koch Institute.

Oktoberfest biasanya didatangi sekitar 6 juta pengunjung dari seluruh dunia dan dijadwalkan berlangsung dari 18 September hingga 3 Oktober.

Dalam acara tersebut, tenda-tenda besar disediakan untuk orang-orang menyesap bir di meja panjang sembari menikmati kuliner khas Bavaria. Momen itu dikhawatirkan meningkatkan angka penularan virus Corona, terutama penularan dari wisatawan mancanegara yang datang, kata Soeder.

Setelah Oktoberfest dibatalkan tahun lalu, sekitar 50 aula bir di kota Jerman selatan dan tempat lainnya menyelenggarakan pesta-pesta kecil di bawah pedoman virus Corona yang ketat.

Wali Kota Dieter Reiter mengatakan harapannya adalah bahwa akan memungkinkan untuk membuka taman bir terbuka dengan protokol kesehatan yang ketat.

Betapapun sulitnya keputusan untuk membatalkan Oktoberfest, akan lebih buruk jika kota menunggu terlalu lama dan harus membatalkannya setelah persiapan sudah dilakukan, katanya.

"Bagi saya pribadi, itu bukan keputusan yang mudah, karena itu agenda besar," ujarnya.

Di bawah undang-undang "rem darurat" nasional Jerman yang disahkan bulan lalu, langkah-langkah yang membatasi kontak pribadi, menutup fasilitas rekreasi dan olahraga, serta menutup atau membatasi akses ke banyak toko mulai berlaku untuk area yang memiliki lebih dari 100 kasus baru mingguan per 100 ribu penduduk selama tiga hari berturut-turut.

Pembatasan juga termasuk jam malam mulai pukul 22.00 hingga 05.00.


Sumber : cnnindonesia.com

No comments

Powered by Blogger.