Pria Bodohkan Pengunjung Mal Bermasker, Lihat Nasib Aktivis Antimasker Banyuwangi




     Sejak virus Corona melanda dunia setahun lalu, sebagian orang tidak percaya adanya wabah tersebut. Mereka menolak memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan. Mereka pun mengekspresikan dirinya dengan mencela, mengolok-olok, mengabaikan hingga marah-marah.

Kali ini video seorang pria membodohkan pengunjung mal yang bermasker viral. Video itu beredar di grup aplikasi percakapan. Pria tersebut mengumpat bodoh, goblok dan tolol, di video berdurasi 35 detik.

Tampak seorang pria berkacamata sedang menggendong anaknya membodohkan-bodohkan pengunjung mal yang menggunakan masker. Pria tersebut juga merekam aksinya sendiri.

"Gak pakai masker ya dik ya, orang-orang tolol ini lihat. Kenapa anda tolol sekali," ujar pria tersebut dalam video yang dilihat detikcom, Senin (3/5/2021).

"Wong goblok (Orang bodoh). Akeh wong goblok gawe masker (Banyak orang bodoh pakai masker). Wong congok-congok, goblok (Orang bodoh-bodoh, goblok)," lanjutnya.

Sementara polisi langsung bergerak menyelidiki siapa pria yang mengumpat pada pengunjung mal yang menggunakan masker di Surabaya.

"Kita dalami dan lidik setelah video tersebut viral," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian.
Video viral ini mengingatkan masyarakat akan kasus aktivis antimasker, M. Yunus Wahyudi Oktober 2020 lalu. Pria asal Banyuwangi ini sangat keukeuh tak mau memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan. Yunus juga menyebarkan hoaks dan menjemput paksa jenazah positif COVID-19.

Namun tak berselang lama, Yunus ditahan polisi pada Rabu (14/10/2020) setelah menjadi tersangka kasus penyebaran hoaks di media sosial. Saat itu, Yunus menyebarkan kabar bahwa di Banyuwangi tidak ada COVID-19.

Tak hanya menyebarkan hoaks, Yunus juga melakukan penjemputan paksa jenazah positif COVID-19 di rumah sakit Banyuwangi. Akhirnya, Yunus dijerat dengan pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan pasal 45 huruf a Jo pasal 28 UU No 19 tahun 2016 ITE dan pasal 93 UU No 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Beberapa waktu lalu, Yunus ditahan di Polsek Giri. Namun dipindahkan ke Lapas Kelas II A Banyuwangi. Pemindahan terdakwa ini dilakukan karena permintaan Majelis Hakim. Setelah ditahan selama beberapa bulan, Yunus tertular virus COVID-19.

Saat ini, Yunus menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSUD Blambangan karena kondisinya lemah. Bahkan, Yunus tidak mau makan dan mengeluh ada sesak napas yang dirasakannya.

Akankah pria Surabaya yang mengumpat pengunjung bermasker bernasib sama dengan aktivis antimasker di Banyuwangi?


Sumber :detik

No comments

Powered by Blogger.