Swab Test di Surabaya Negatif, 22 TKI Tetap Dilarang Langsung Pulang



Gelombang kepulangan pekerja migran atau tenaga kerja Indonesia (TKI) dari negara tempatnya bekerja, terus terjadi. Akhir pekan ini, ada 22 TKI asal Tuban dan Bojonegoro yang langsung ditempatkan di rumah isolasi di daerahnya, meski hasil swab test saat turun di Surabaya, Sabtu, hasilnya negatif Covid-19.


Ke-22 TKI itu masing-masing 18 orang dari Tuban dan empat dari Bojonegoro. Mereka kembali ke Tanah Air menjelang Lebaran ini, setelah selama ini mengadu nasib di Malaysia dan Singapura.


"Ada 18 TKI yang pulang kemarin, dan dikarantina di Tuban Sport Center (TSC) selama tiga hari," kata Kepala Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Tenaga Kerja Kabupaten Tuban, Endah Nurul Khomariyati saat dikonfirmasi, Minggu.


Mantan Sekretaris Dinas Kesehatan itu menjelaskan, dari 18 TKI Tuban tersebut rinciannya adalah 6 perempuan dan 12 laki-laki.


Sebelum dijemput mereka menjalani swab tes di Surabaya dan hasilnya negatif, kemudian baru dijemput oleh tim dengan pengawalan ketat untuk diisolasi di TSC. "Jadi yang dijemput ini sudah negatif berdasarkan hasil swab test di Surabaya, tetapi kalau positif maka akan diisolasi di RS Lapangan Indrapura," terangnya.


Ditambahkan Endah, jika proses karantina tiga hari selesai maka 18 TKI itu akan melalui tes labolatorium lagi. Jika hasilnya negatif baru dijemput oleh keluarga, namun jika positif maka akan menjalani perawatan di rumah sakit.


"Kalau pada H+5 hasil tes negatif Covid-19 maka akan dijemput oleh keluarga. Dan kita masih pantau perkembangannya saat dikarantina," pungkasnya.


Sementara di Bojonegoro, empat TKI yang datang juga langsung ditempatkan di Tirtawana Dander. Mereka akan dikarantina selama tiga hari sebelum diizinkan pulang. Kepulangan empat TKI ini mendapat penanganan khusus, pasalnya ada pengetatan hingga pelarangan mudik demi pencegahan Covid-19.


"Ada empat TKI yang pulang, sudah sampai di Bojonegoro Sabtu (1/5/2021) sore," kata Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin dikonfirmasi, Minggu.


Masirin menjelaskan, begitu sampai keempat TKI menjalani karantina selama tiga hari di Tirtawana Dander. "Mereka dikarantina dulu sesuai prosedur, sebelum nantinya ke rumah masing-masing," bebernya.


Kabag Humas dan Protokol Pemkab itu menambahkan, keempat TKI itu satu bekerja di Singapura dan tiga lainnya di Malaysia. Mereka berasal dari Desa Klino, Kecamatan Sekar; Desa Kuncen, Kecamatan Padangan; dan dua berasal dari Desa Gedongarum, Kecamatan Kanor.


"Keempatnya adalah dua pria dan perempuan, kami meminta agar masyarakat yang merantau agar tidak mudik sebagaimana aturan yang ditetapkan pemerintah," pungkasnya.




Sumber :Surya.co.id

No comments

Powered by Blogger.