Tak Ingin Muncul Klaster Baru, Khofifah Sebut TKI yang Pulang ke Jatim Wajib Jalani 3 Lapis Karantina

Sabtu, Mei 15, 2021 Majalah Holiday 0 Comments



Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tidak ingin muncul klaster baru dari kelompok pekerja migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sudah pulang ke Jawa Timur, termasuk kemunculan varian atau mutasi baru Covid-19. 

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerapkan tiga lapis karantina kepada para pekerja migran Indonesia (PMI) atau TKI. Khofifah menuturkan, meski para pekerja migran telah membawa surat bebas Covid-19 berupa hasil tes usap negatif dari negara asal, namun mereka wajib menjalani karantina. Mereka akan menjalani karantina di RS Asrama Haji, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, sampai dua kali hasil tes swab-nya negatif. 

"Jadi ada tiga lapis. Saat datang di sini, diswab. Jika hasilnya negatif dapat dijemput daerahnya dan pulang untuk dilanjutkan karantina lokal. Kalau positif dirujuk ke Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya," kata Khofifah dalam keterangan resmi, Sabtu.

Ia menjelaskan, para pekerja migran yang habis masa kontraknya tidak boleh dibiarkan overstay. Urusan kepulangan dan karantina telah menjadi tugas Pemprov Jatim. Khofifah memastikan bahwa PMI yang hasil swabnya telah terbukti negatif dapat langsung dijemput oleh pemerintah daerah mereka berasal. 

"Bukan hanya dari luar negeri, yang datang dari kota lain dari luar Jatim pun harus melakukan karantina. Ini untuk memastikan agar kita bisa melindungi orang yang kita cintai di keluarga kita masing-masing," ungkap Khofifah. 

Ia menyebut, karantina berlapis dilakukan untuk memastikan para pekerja migran dan keluarga mereka tetap aman dan terhindar dari penyebaran dan penularan Covid-19. PMI yang telah dinyatakan negatif akan kembali ke daerahnya masing-masing. Setiba di daerah mereka, PMI akan kembali dikarantina selama 3 hari.

Setelah itu, PMI akan menjalani swab kedua, diikuti dengan PPKM Mikro selama 14 hari. Ini berlaku bagi PMI asal Jatim maupun provinsi lain. 

"Karantina berlapis harus dilakukan agar semua senantiasa terlindungi dan dipastikan sehat, baik keluarga yang ada di kampung, pun PMI sendiri," ujar Khofifah. 

Sejak dimulainya karantina pada 28 April 2021 hingga Kamis (13/5/2021), tecatat 76 PMI terkonfirmasi positif Covid-19 dari total 8.188 PMI yang telah tiba di Jawa Timur. Hingga hari ini, ada 359 PMI yang masih menjalani masa karantina aktif. Kedatangan PMI diperkirakan akan berlangsung hingga Juli 2021.



Sumber :Kompas.com

0 comments: