Tiga Pramugari Diseret ke Pengadilan karena Suap Rp181 Juta

Senin, Mei 24, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

https: img.okezone.com content 2021 05 23 406 2414346 tiga-pramugari-diseret-ke-pengadilan-karena-suap-rp181-juta-KswJcEO5XO.jpg

TIGA pramugari maskapai Cathay Pacific didakwa menerima suap lebih dari 98.000 dollar Hong Kong atau sekira Rp181,7 juta atas tunjangan perjalanan staf. Mereka akan diadili di pengadilan pada Selasa 25 Mei 2021.

Komisi Independen Antikorupsi Hong Kong (ICAC) mengumumkan bahwa tiga mantan karyawan dan karyawan Cathay Pacific telah didakwa menerima suap.

Para karyawan dilaporkan menerima jumlah yang lumayan besar karena menominasikan seorang wanita dan teman-temannya sebagai pendamping perjalanan untuk menikmati keuntungan staf dalam membeli tiket pesawat.

Salah satu terdakwa adalah mantan penjaga penerbangan di Cathay Pacific, pramugari yang sedang bertugas, dan yang lainnya merupakan mantan pramugari.

Purser atau petinggi kru kabin menghadapi empat tuduhan konspirasi agar seorang agen menerima keuntungan. Kedua pramugari tersebut bersama-sama didakwa dengan purser dalam dua dakwaan.

Melansir laporan Simple Flying, Minggu (23/5/2021), ketiga karyawan diduga telah menyalahgunakan "Skema Perjalanan Pendamping" yang ditawarkan Cathay Pacific.

Di bawah skema tersebut, karyawan maskapai penerbangan dapat menjadikan pasangan, saudara kandung, anggota keluarga, atau teman untuk menjadi pendamping perjalanan. Pendamping tersebut dapat membeli tiket pesawat Cathay Pacific dan maskapai mitranya dengan tarif konsesi.

Dua dakwaan menuduh bahwa, dalam dua kesempatan antara 1 Januari 2018 dan 20 Februari 2019, purser bersekongkol dengan wanita lain.

Purser tersebut diduga menerima sekitar HK $ 20.000 (Rp37,1 juta) dan setidaknya HK $ 12.000 (Rp22,2 juta) sebagai bujukan atau hadiah bagi purser untuk mengikutsertakan wanita tersebut sebagai teman seperjalanannya.

Tuduhan lain mengatakan bahwa antara 17 Desember 2018 dan 19 Juni 2019, purser dan satu pramugari bersekongkol bersama dengan wanita yang sama agar pramugari menerima sekitar HK $ 39.000 (Rp72,3 juta) sebagai sogokan atau hadiah untuk pramugari membuat teman wanita tersebut sebagai pendamping perjalanan mereka.

Tuduhan terakhir mengemukakan antara 3 dan 23 Januari 2019, purser dan pramugari kedua bekerjasama dengan wanita yang sama dari dua dakwaan pertama agar pramugari menerima sekitar HK $ 27.000 (Rp50 juta) sebagai ‘hadiah’ bagi pramugari kedua untuk keikutsertaan teman perempuan lainnya sebagai pendamping perjalanan pramugari kedua.

Penerimaan pembayaran uang sebagai imbalan atas keikutsertaan tersebut dilarang menurut kebijakan Cathay Pacific. Cathay Pacific diduga mengalami kerugian finansial lebih dari HK $ 1,16 juta (Rp2,1 miliar) yang melibatkan 75 sektor tiket.

Bukan hal yang aneh bagi maskapai penerbangan untuk menawarkan insentif, diskon, atau hadiah kepada karyawan dan anggota keluarga mereka saat terbang bersama maskapai tersebut.

Namun, menyalahgunakan hak istimewa itu dan menerima keuntungan moneter bertentangan dengan kebijakan maskapai untuk insentif semacam itu.

Upaya untuk menyuap karyawan juga dapat menimbulkan hukuman, dan penumpang yang kedapatan melakukan hal itu dapat menghadapi konsekuensi.

ICAC tidak merilis informasi bahwa mereka juga menginvestasikan wanita tersebut dan teman-temannya yang membayar suap. Sidang pada Selasa difokuskan pada tiga karyawan atau mantan karyawan Cathay Pacific.



Sumber : okezone

0 comments: