Traveler Malaysia Sebut Candi Borobudur di Yogya, Ini Fakta dan Mitos Seputar Borobudur

Rabu, Mei 19, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah (Indonesia.Travel)


CANDI Borobudur sedang jadi perbincangan warganet. Berawal dari seorang traveler asal Malaysia yang salah menyebut lokasi situs bersejarah tersebut saat mengunggah foto liburannya di media sosial. Isu itu pun seketika ramai.

Traveler dengan akun @amer_aljeffrey mengunggah fotonya di depan Candi Borobudur ke Twitternya. “Borobudur Temple - Yogyakarta," tulisnya dalam keterangan foto. Caption itulah yang jadi bahan komentar netizen, sampai akhirnya Yogyakarta jadi trending di Twitter.

Ya, Candi Borobudur sejatinya terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, bukan di Yogyakarta. Borobudur ke Yogyakarta jaraknya terpaut sekitar 40 kilometer.

Terlepas dari salah sebut lokasi, Candi Borobudur punya banyak hal unik, sehingga menjadikannya sebagai destinasi wisata yang menyedot banyak kunjungan turis baik lokal maupun dari mancanegara.

Berikut mitos dan fakta yang berkembang mengenai Candi Borobudur :

Mitos Candi Borobudur

Ada beberapa mitos yang berkembang dari Candi Borobudur ini. Salah satunya adalah Kunto Bimo. Perilaku menyentuh stupa yang berada di bagian dalam stupa ini dianggap sebagai pemberi harapan atau pengabul impian. Kunto Bimo itu sendiri adalah patung Buddha dalam posisi 'Dharmachakra' yang berada di dalam stupa dengan penutup belah ketupat. Stupa ini berada pada tingkat dasar dari 3 undak-undak stupa.

Jika Anda berniat untuk memegang sang Buddha, maka disarankan bagi laki-laki memegang kelingking atau jari manis Buddha, sedangkan, untuk perempuan berusaha memegang bagian jari kaki Buddha.

Anda mungkin berpikiran bahwa sekadar menyentuh saja bukan hal yang sulit. Namun, pada kenyataannya, banyak orang yang tidak berhasil melakukan "tradisi" ini. Terlebih karena Anda hanya mengandalkan tangan untuk meraihnya. Ya, kalau beruntung, diamini saja mitosnya.

Kemudian, ada juga mitos mengenai Singa Urung. Mitos ini berkembang cukup menyeramkan. Pasalnya, jika Anda memegang arca hewan harimau yang berada di sebelah kiri dan kanan tangga masuk candi ini, Anda bakal ketimpa sial. Alasannya adalah dari makna arca itu sendiri yang merupakan "harimau gagal", jadi, siapa saja yang memegang arca ini, maka kehidupannya tidak akan beruntung seperti nasib si harimau.

Belum berhenti di sana. Mitos Candi Borobudur berlanjut ke siapa pencipta keseluruhan candi yang super megah ini? Banyak orang yang percaya bahwa pencipta candi ini adalah Gunadharma. Sosok ini merupakan tokoh intelektual masa lalu yang dipercaya memiliki kecerdasan di atas rata-rata.

Terkait Gunadharma, ada mitos lanjutan yang menjelaskan bahwa Gunadharma seusai mendisain Candi Borobudur, dia menjelma menjadi gunung Menoreh yang berada di dekat candi. Jika dilihat dari kejauhan, gunung tersebut memang menyerupai tubuh manusia yang sedang berbaring dan menatap Candi Borobudur. Keyakinan ini yang kemudian dipercaya masyarakat sekitar Candi Borobudur.

Ada mitos lainnya dari Candi Borobudur ini. Adalah mengenai pemanfaatan candi sebagai jam raksasa di masanya. Hal ini didukung dengan adanya ukiran relief yang menggambarkan bulan, bintang, dan matahari. Jika ditelusuri mendalam, candi ini ternyata sangat simetris dan mengikuti arah gerakan matahari dari timur ke barat.

Kepercayaan itu pun semakin kuat dengan adanya stupa utama di tengah yang berfungsi sebagai jarum jam dan stupa kecil di sekelilingnya sebagai penanda. Percaya atau tidak, begitulah kondisi aslinya.

Sementara itu, tidak hanya berkutat dengan mitos. Candi Borobudur juga memiliki fakta yang teruji kebenarannya oleh dunia. Fakta-fakta ini pun menjelaskan dengan cukup detail seberapa megahnya candi Budha tersebut.

Berikut beberapa fakta dari Candi Borobudur:

1. Candi Borobudur dibangun antara abad ke-8 dan ke-9, 300 tahun sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 400 tahun sebelum katedral-katedral agung di Eropa.

2. Candi Borobudur memiliki luas 123×123 m2 dengan 504 patung Buddha, 72 stupa terawang, dan 1 stupa induk. UNESCO mengakuinya sebagai salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.

3. Candi Borobudur memiliki 2672 panel relief yang bila disusun berjajar akan mencapai panjang enam kilometer. UNESCO memujinya sebagai ansambel relief Buddha terbesar dan paling lengkap di dunia, tak tertandingi dalam nilai seni, setiap adegannya adalah mahakarya yang utuh.

4. Candi Borobudur dibangun dari 60.000 meter kubik batuan vulkanik dari Sungai Elo dan Progo yang terletak sekitar dua kilometer sebelah timur candi.

5. Candi Borobudur memiliki 100 talang air berbentuk makara (patung ikan berkepala gajah) sebagai saluran air sekaligus untuk menambah keindahan candi. Dahulu, air hujan yang mengalir melalui makara akan terlihat seperti air mancur.

6. Candi Borobudur adalah puzzle raksasa yang tersusun dari dua juta balok batu vulkanik yang dipahat sedemikian rupa sehingga saling mengunci (interlock).

7. Berhubung saat itu sistem metrik belum dikenal maka satuan panjang yang digunakan untuk membangun Candi Borobudur adalah tala yang dihitung dengan cara merentangkan ibu jari dan jari tengah atau mengukur panjang rambut dari dahi hingga dasar dagu.

8. Candi Borobudur dibangun selama 75 tahun di bawah pimpinan arsitek Gunadarma.

9. Sejak pertengahan abad ke-9 hingga awal abad ke-11, Candi Borobudur menjadi tempat peziarahan umat Buddha dari China, India, Tibet, dan Kamboja.



Sumber : okezone.com

0 comments: