Upaya Indika Energy Genjot Pendapatan dari Sektor Non-Batu Bara



  PT Indika Energy Tbk (INDY) berencana menggenjot pendapatan perseroan dari sektor non-batu bara. Hal ini dilakukan dengan memperkaya diversifikasi portofolio bisnis perseroan ke berbagai sektor. Antara lain sektor infrastruktur logistik, tambang mineral, energi baru terbarukan (EBT), dan teknologi.

"Sektor-sektor yang tadi saya sudah ungkapkan, logistik dan infrastruktur logistik. Kemudian ada di tambang emas ataupun tambang mineral lainnya. Kemudian renewable energi, di sini yang berkaitan dengan solar ataupun juga berkaitan dengan konduktor listrik, dan digital transformasi,” beber Wakil Direktur Utama Indika Energy Azis Armand dalam paparan publik, Senin (3/5/2021).Investasi yang disiapkan perseroan untuk rencana tersebut hingga lima tahun mendatang mencapai USD 1 miliar. Ke depan, Indika Energy juga berencana eksplorasi di biomass wood pallets.

Selain itu, RUPST INDY yang digelar hari ini menyatakan komitmen untuk mengembangkan usaha yang berkelanjutan dan menyeimbangkan faktor lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG) di dalam seluruh aktivitas operasional.

“ESG merupakan bagian tak terpisahkan dari cara kami bekerja dan menjadi panduan menuju masa depan berkelanjutan yang ingin kami bangun bersama. Kami memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan bisnis yang inovatif dan menuju masa depan yang berkelanjutan," tutur Direktur Utama Indika Energy. Arsjad Rasjid dalam keterangannya.


Dengan pengalaman hampir 50 tahun di bidang energi, Indika Energy dan seluruh anak perusahaan berkomitmen untuk memperluas arti energi bagi masyarakat Indonesia dengan upaya meraih 50 persen pendapatan dari sektor non-batubara pada 2025 dan mencapai target netral emisi karbon pada 2050. 

“Tahun ini merupakan momentum penting Indika Energy untuk terus menghadirkan energi dalam arti yang lebih luas bagi generasi penerus bangsa, Energi Untuk Negeri,” ujar Arsjad.Pada penutupan perdagangan saham Senin, 3 Mei 2021, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) melemah 1,76 persen ke posisi Rp 1.395 per saham.

Saham INDY sempat dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 1.430 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.772 kali dengan nilai transaksi Rp 8,7 miliar.
Sumber :liputan6.com

No comments

Powered by Blogger.