5 pekerja Indonesia menghadapi denda NT$300.000 karena makan di restoran Taiwan selatan

Selasa, Juni 22, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

5 pekerja migran Indonesia mengaku tidak mengetahui larangan makan di dalam ruangan

(foto NIA)

TAIPEI — Lima pekerja migran Indonesia menghadapi denda hingga NT$300.000 (US$10.746) karena makan bersama di sebuah restoran di Kota Kaohsiung pekan lalu.

Pada malam tanggal 16 Juni, lima orang Indonesia, termasuk empat wanita dan satu pria, berkumpul untuk makan malam di sebuah restoran Indonesia di Jalan Nanhua di Distrik Sanmin Kaohsiung. Namun, unit Badan Imigrasi Nasional melakukan pemeriksaan di restoran untuk pelanggar peringatan Level 3 dan melihat bahwa lampu restoran masih menyala.

Ketika mereka melihat ke dalam, mereka menemukan lima warga negara Indonesia duduk di meja yang sama saat mereka makan bersama. Seorang penerjemah memberitahu mereka bahwa mereka masing-masing akan didenda antara NT$60.000 dan NT$300.000, mendorong salah satu dari mereka untuk meratapi "harga persahabatan terlalu mahal," lapor CNA.

(foto NIA)

Setelah penyelidikan awal, petugas NIA menemukan bahwa empat orang Indonesia bekerja secara legal di pabrik pembuatan masker di Taiwan, sedangkan yang kelima adalah manajer sebuah toko.


NIA mengatakan bahwa karena itu adalah pertemuan lima orang yang makan di dalam restoran, itu jelas merupakan pelanggaran pembatasan Level 3. Petugas mengajukan laporan atas kejadian tersebut dan memberi tahu departemen kesehatan untuk menilai tingkat denda yang akan diberikan.

Salah satu pekerja mengatakan bahwa dia pikir akan aman untuk makan di restoran yang dia kenal. Para pekerja mengatakan bahwa mereka berkumpul karena mereka sudah lama tidak bertemu dan tidak menyadari bahwa mereka melanggar aturan.

Sumber : Taiwan news

0 comments: