7.300 TKI Bermasalah Akan Ditampung Di Balai Rehabilitasi Sosial

Jumat, Juni 04, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan fasilitas rehabilitasi sosial untuk 7.300 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bermasalah dari Malaysia. Mereka rencananya akan dipulangkan pada Juni dan Juli 2021.

Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos, Harry Hikmat mengatakan, pihaknya akan menyiapkan Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) dan balai rehabilitasi sosial bagi PMI tersebut.

"Kemensos menyiapkan RPTC Tanjung Pinang, RPTC Bambu Apus serta 41 balai rehabilitasi sosial milik Kemensos," kata Harry dalam keterangan tertulis, Kamis.

Kemensos akan berkoordinasi dengan satuan tugas pemulangan PMI bermasalah, termasuk pemerintah daerah, serta Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 untuk menindaklanjuti pemulangan dari Kementerian Luar Negeri melalui entry point Tanjung Pinang dan Pontianak.

Harry mengatakan, RPTC Bambu Apus dan 41 balai rehabilitasi sosial akan menjadi tempat transit maupun tempat isolasi mandiri sebelum PMI tersebut dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Selain Balai, Kemensos juga menyiapkan pekerja sosial untuk melakukan pendataan, asesmen dan intervensi kepada pemulangan PMI. Selain itu juga menyiapkan sandang, perlengkapan mandi, bantuan jaminan hidup, permakanan dan tambahan permakanan selama dalam perjalanan.

Adapun kendala yang masih terjadi adalah tidak terintegrasinya data PMI bermasalah yang mendapat Jaminan Sosial serta program-program perlindungan sosial ke kementerian/lembaga yang menangani PMI tersebut.

"Dampaknya membuat para PMI bermasalah tersebut bisa bekerja lagi di luar negeri," kata Harry.

Saat ini, kementerian/lembaga di bawah Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tengah berkoordinasi mengantisipasi rencana pemulangan PMI dari Malaysia agar pemulangan lebih sistematis dan terarah.

Kemenko PMK akan melakukan klarifikasi jumlah PMI dengan data by name by address yang akan dipulangkan pada Juni-Juli 2021 kepada Pemerintah Malaysia.


Sumber : Validnews

0 comments: