Aktivis Demokrasi Hong Kong Ditangkap Jelang Peringatan Tiananmen

Sabtu, Juni 05, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Aktivis pro-demokrasi Hong Kong, Chow Hang Tung, yang baru ditangkap polisi (AP Photo/Rafael Wober, File)

Hong Kong - Kepolisian Hong Kong menangkap seorang aktivis pro-demokrasi menjelang peringatan tragedi Tiananmen pada Jumat (4/6) waktu setempat. Aktivis yang ditangkap merupakan salah satu penyelenggara acara peringatan tragedi Tiananmen.

Seperti dilansir AFP, Jumat (4/6/2021), sekitar 7.000 personel kepolisian disiagakan untuk mencegah upaya-upaya peringatan tragedi Tiananmen di Hong Kong, yang biasanya diwarnai aksi penyalaan lilin bersama secara massal. Ribuan warga Hong Kong menghadiri peringatan tahunan ini selama tiga dekade terakhir.

Aktivis dan pengacara Hong Kong bernama Chow Hang-tung menjadi yang pertama ditangkap pada Jumat (4/6) pagi waktu setempat. Chow ditangkap empat polisi Hong Kong di luar kantornya.

Chow yang berusia 37 tahun ini merupakan salah satu wakil ketua Aliansi Hong Kong, yang menggelar peringatan tragedi Tiananmen setiap tahunnya.

Sumber kepolisian setempat menuturkan kepada AFP bahwa Chow ditangkap atas dugaan mempublikasikan acara pertemuan massal yang melanggar hukum.

Kerumunan orang biasanya berkumpul di Hong Kong untuk memperingati tragedi saat para demonstran pro-demokrasi yang beraksi secara damai di Alun-alun Tiananmen, Beijing, ditembaki oleh tentara dan tank-tank militer China pada 4 Juni 1989 silam.

Diperkirakan ratusan orang hingga ribuan orang tewas dalam peristiwa brutal itu. Acara peringatan secara publik dilarang di daratan utama China.
  
Di bawah kebijakan 'satu negara, dua sistem' yang dimaksudkan untuk memberikan kebebasan lebih besar bagi Hong Kong, kota itu menjadi satu-satunya tempat di mana peringatan besar-besaran ditoleransi dan kerumunan banyak orang berkumpul setiap tahunnya di Taman Victoria.

Tahun lalu, peringatan tragedi Tiananmen dilarang karena alasan pandemi virus Corona (COVID-19), namun ribuan orang mengabaikan larangan itu. Untuk tahun ini, otoritas Hong Kong kembali melarang peringatan serupa dengan alasan yang sama, yakni pandemi Corona, meskipun Hong Kong tidak mencatat penularan lokal yang tak terlacak selama lebih dari sebulan terakhir.

Beberapa hari terakhir, otoritas Hong Kong memperingatkan warganya bahwa pasal subversi atau upaya menggulingkan pemerintahan yang diatur dalam undang-undang (UU) keamanan nasional yang kini berlaku di Hong Kong, bisa digunakan terhadap mereka yang mengikuti peringatan Tiananmen.



Otoritas China diketahui memberlakukan UU keamanan nasional hanya beberapa pekan setelah peringatan Tiananmen digelar di Hong Kong tahun lalu. UU itu mengubah situasi politik di Hong Kong yang sebelumnya identik dengan kebebasan.

Lebih dari 100 tokoh pro-demokrasi Hong Kong ditangkap di bawah UU tersebut, yang kebanyakan ditahan karena pandangan politik dan pidato mereka. Sebagian besar tidak diperbolehkan bebas dengan jaminan dan terancam hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.


Sumber : detik.com

0 comments: