Belum Disetujui, Warga Singapura Rela Bayar dan Antri Divaksin Sinovac

Jumat, Juni 25, 2021 Majalah Holiday 0 Comments


Antri divaksin Sinovac (Foto: SCMP)

BELUM disetujui oleh regulator kesehatan Singapura, nyatanya tak menghalangi warna Singapura untuk antri bahkan mengeluarkan uang untuk bisa divaksin dengan menggunakan vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

Contohnya pada Jumat akhir pekan lalu, terlihat banyak orang yang mengantri di suatu klinik kesehatan berlokasi di Bedok, distrik bagian Timur Singapura. Terlihat, antrian pendaftaran vaksin Sinovac tersebut, didominasi oleh warga dari kelompok orang lanjut usia dan warga berkebangsaan Cina.

 Vaksin Covid-19

Salah satunya, Sun Yan Hui, penduduk Singapura yang asli berasal dari Harbin, Cina. “Saya dari Cina, dan saya mencintai negara saya. Pastinya saya akan ambil vaksin Sinovac,” ujar perempuan berusia 50 tahun tersebut.

Untuk penggunaan vaksin Sinovac, diketahui pada Rabu lalu pihak berwenang Singapura telah merilis daftar 24 institusi perawatan kesehatan swasta yang dapat mengelola 200.000 dosis vaksin Sinovac, yang mana sudah tiba di Singapura sejak Februari 2021.

Sementara Sinovac belum diberikan peraturan persetujuan untuk digunakan di negara kota, pemerintah sekarang mengizinkan warga Singapura untuk memilih vaksin alternatif selain vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna yang telah disetujui. Para penduduk yang memilih vaksin Sinovac, diketahui harus membayar biaya sekitar 10 hingga 25 Dollar Singapura atau sekira Rp107.423 sampai Rp268.559

Warga Singapura yang memilih untuk divaksin dengan menggunakan vaksin Sinovac, diketahui tidak termasuk dalam daftar skema kompensasi dari negara jika menderita efek samping yang serius atau kematian.

Faktanya, meski harus merogoh kocek pribadi dan tidak termasuk dalam daftar skema kompensasi dari negara. Vaksin Sinovac tampaknya justru populerd di kalangan penduduk alias banyak peminatnya.

Seperti dikatakan Leong Hoe Nam, ahli penyakit menular di Klinik Rophi, panggilan telepon di kliniknya mulai padat hanya dalam kurun waktu satu jam setelah pengumuman pukul 22.30 waktu setempat. Klinik Rophi sendiri hanya menerima sekitar 200 dosis vaksin, namun antrian yang ada mencapai 1000 orang yang masuk dalam daftar tunggu.

“Responsnya sangat luar biasa," ujar Leong Hoe Nam.

Leong Hoe Nam menambahkan, vaksin Sinovac ini jadi pilihan ideal bagi orang-orang yang belum nyaman dengan vaksin metode mRNA karena merasa takut akan teknologi baru yang digunakan. Dibandingkan dengan yang lebih tradisional, seperti Sinovac, yang dibuat dengan menggunakan metode virus non-aktif atau virus yang dimatikan.

Sementara itu, serupa dengan situasi di klinik Klinik Rophi, di StarMed Specialist Centre dikatakan oleh kepala eksekutif, Louis Tan, StarMed Specialist Centre sudah memiliki daftar pemesanan lebih dari 3.000 yang akan berlangsung hingga September mendatang.

Ia menyebutkan, kebanyakan peminat datang dari warga yang berusia di atas 40 tahun dan juga sekelompok besar pelajar-pelajar asal Cina yang melakukan kunjungan jangka panjang.

Mengutip South China Morning Post, Kamis (24/6/2021) pejabat badan regulator kesehatan Singapura pada Jumat lalu, mengungkapkan bahwa sayangnya pihak mereka sampai saat ini masih tak dapat menyetujui vaksin Sinovac tersebut, karena masih ada data yang harus diserahkan pihak manufaktur kepada regulator lokal.

Direktur layanan medis kementerian kesehatan Singapura, Kenneth Mak mengatakan, negara tengah mengamati pengalaman negara-negara lain yang telah memvaksinasi sebagian besar penduduknya dengan vaksin Sinovac, termasuk Indonesia.

“Ada resiko signifikan dari terobosan vaksin. Ini bukan masalah yang terkait dengan Pfizer. Ini sebenarnya masalah yang terkait dengan vaksin Sinovac, dan di negara lain, mereka sekarang mulai memikirkan tentang vaksinasi booster. Bahkan enam bulan dari vaksinasi asli untuk beberapa vaksin ini juga,” ungkap Kenneth Mak.

Ia menambahkan, saat ini Singapura sudah cukup puas dan percaya diri memvaksinasi rakyatnya dengan vaksin dua dosis dari Pfizer-BioNTech dan Moderna. Sebagai informasi, Singapura dan Vietnam adalah satu-satunya dua negara di Asia Tenggara yang belum menggunakan vaksin Sinovac.


Sumber : okezone.com

0 comments: