Bisnis Ternak Luwak Menggiurkan

Selasa, Juni 29, 2021 Majalah Holiday 0 Comments

Luwak yang selama ini dikenal sebagai binatang pemakan kopi, ternyata bisa dikembangkan menjadi binatang piaraan. Bahkan, penangkaran luwak juga cukup menjanjikan.

Salah satu peternak luwak, Afifurohman,  26, warga Dusun Tegalpakis, RT 2, RW 5, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru mengaku bisa mendapat tambahan penghasilan yang menguntungkan setiap bulannya. “Ini sampingan, tapi lumayan juga,” jelasnya.

Saat ini di rumahnya ada 3 ekor luwak berbagai jenis. Setelah dikawinkan, anak luwak yang berusia satu bulan sudah siap dijual kepada pelanggan. Untuk harga, dia membanderol mulai Rp. 400 ribu untuk luwak anakan jenis pandan Bali atau Jawa. Untuk luwak indukan, harganya jutaan rupiah, terutama jenis platinum atau persilangan jenis pandan Bali dan morph. “Yang luwak platinum, harganya agak mahal,” jelasnya. 

Kemudahan beternak luwak, terang dia, siklus yang cepat. Menurutnya, seekor luwak dari baru dilahirkan sampai siap kawin hanya memerlukan waktu sekitar 10 bulan. Selanjutnya, setiap 2,5 bulan sekali bisa bunting. “Sekali melahirkan rata-rata tiga anak,” ungkap Afif kepada RadarBanyuwangi.id.

Meski luwak itu binatang liar, tapi proses penjinakan cukup mudah. Selain itu, pakan buatan juga mudah didapat dan harganya terjangkau. Untuk memenuhi 13 ekor luak, ia hanya memerlukan 20 kilogram pakan per bulan. “Pakan habisnya Rp. 300 ribu, tidak perlu diberi kopi,” ujarnya sembari terkekeh.

Selain diminati dari daerah Banyuwangi, beberapa pesanan dari luar kota, seperti Jember dan Surabaya juga banyak. Bahkan, mereka biasanya sudah memesan saat luwak masih dalam bunting. “Ini yang anakan sudah dipesan, tinggal dikirim,” ungkapnya.



Sumber : Radar Banyuwangi

0 comments: