Cerita Mistis Perawat Jenazah di RS Merasa Diikuti Lelembut

Selasa, Juni 15, 2021 Majalah Holiday 0 Comments



Berikut ini cerita mistis perawat jenazah di RS merasa diikuti lelembut.


Kejadian ganjil pernah dialami Hendri Setyawan (24) warga Kecamatan Matesih selama bertugas menjadi relawan pemulasaraan jenazah RSUD Karanganyar.


Hendri sapaan akrabnya tergabung dalam tim pemulasaraan jenazah sejak Oktober 2020 lalu.


Selain bertugas membantu mengebumikan jenazah, dia juga bertugas memandikan serta mengkafani jenazah.


Hendri masih ingat betul pengalaman saat bertugas memandikan jenazah untuk kali pertama.


Lantaran sebelumnya belum pernah menyentuh dan memandikan jenazah, tangan Hendri tiba-tiba gemetar saat memegang gayung.


Namun lambat laun kejadian itu tidak dialaminya lagi setelah beberapa kali bertugas memandikan jenazah.


Dalam sekali bertugas ada sebanyak delapan orang yang tergabung dalam tim pemulasaraan jenazah.

Mereka bertugas mulai dari membawa jenazah dari bangsal menuju kamar jenazah untuk dimandikan, dikafani hingga dikebumikan. 


Selama tergabung dalam tim pemulasaraan sejak tahun lalu hingga saat ini, Hendri juga pernah mengalami pengalaman ganjil selama bertugas menguburkan jenazah.


"Diikuti setelah pemakaman. Sudah pulang dan mandi.


Selang beberapa hari, ada yang mengikuti," katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis.

 

Usai bertugas menguburkan jenazah di Tawangmangu, bagian leher terasa pegal.


Mengingat rasa pegal itu tidak kunjung hilang setelah obat penghilang nyeri, akhirnya Hendri memutuskan untuk pergi ke tukang pijat.


Dia mengetahui ada sosok yang mengikuti dari seorang tukang pijat.


Akan tetapi tukang pijat itu tidak memberitahukan sosok yang mengikutinya setelah bertugas menguburkan jenazah


Selain itu kejadian ganjil juga pernah dialaminya ketika bertugas di Tawangmangu.


Biasanya untuk mengangkat peti dari ambulance menuju ke lihat lahat membutuhkan empat orang petugas.


"Saat naik tangga terasa berat, seperti ada yang narik," ucapnya. 


Dari empat orang, ada tiga orang yang mengaku peti jenazah yang dibawa terasa begitu berat.

Padahal tubuh jenazah itu berukuran kecil.


Laki-laki berusia 24 tahun itu menuturkan, akan tetapi dari empat orang itu tidak ada yang berani menceritakan kejadian itu selama di pemakaman. 


"Ceritanya saat perjalanan dari pemakaman menuju ke rumah sakit," ungkapnya.




Sumber : TribunJateng.com

0 comments: