Di Tengah Kenaikan COVID-19, Vietnam Buka Kembali Penerbangan Masuk Internasional

 


     Vietnam akan melanjutkan penerbangan internasional yang masuk ke Ibu Kota Hanoi dan pusat bisnis Kota Ho Chi Minh dengan segera secara efektif.



Langkah itu diumumkan oleh otoritas penerbangan Vietnam pada Rabu 2 Juni 2021.

Berlanjutnya penerbangan internasional itu diputuskan setelah beberapa hari ditangguhkan karena kenaikan dalam kasus COVID-19.

Vietnam awalnya melarang penerbangan internasional masuk ke bandara Noi Bai Hanoi selama sepekan mulai Senin 1 Juni dan ke bandara Tan Son Nhat di Kota Ho Chi Minh hingga 14 Juni.

Otoritas penerbangan Vietnam tidak mengungkap alasan dilanjutkannya penerbangan lebih awal dari yang direncanakan, tetapi sebagian besar kasus COVID-19 di negara itu saat ini merupakan infeksi lokal - bukan dari pelancong internasional. Demikian seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (2/6/2021).

Dikutip dari US News, Vietnam akan melakukan tes COVID-19 untuk semua 9 juta warga di kota terbesarnya dan memberlakukan lebih banyak pembatasan.

Langkah tersebut dilakukan dalam upaya menangani kenaikan kasus COVID-19.

Warga di kota Ho Chi Minh hanya diizinkan meninggalkan rumah untuk kegiatan yang mendesak. Pertemuan untuk lebih dari 10 orang juga dilarang.

Sebelumnya, pada 27 Mei, Ho Chi Minh telah menutup area-area bisnis/pertokoan yang tidak mendesak.

Surat kabar Vietnam News mengatakan bahwa pemerintah kota berencana untuk melakukan tes COVID-19 untuk seluruh populasinya dengan kapasitas pengujian 100.000 sampel dalam sehari.

Sejak akhir April 2021, lonjakan COVID-19 telah menyebar ke 31 kota dan provinsi di Vietnam dengan lebih dari 4.000 kasus - hampir dua kali lipat dari jumlah total yang dilaporkan negara itu sejak awal pandemi.

Beberapa pasien baru COVID-19 di Vietnam juga terinfeksi dengan varian hybrid yang pertama kali ditemukan di India dan Inggris,menurut Menteri Kesehatan negara itu.

Menteri Nguyen Thanh Long mengatakan bahwa varian hybrid itu mungkin menyebar lebih cepat dan mungkin merupakan penyebab dari lonjakan kasus infekssi di baru-baru ini.

Sumber :Liputan6

No comments

Powered by Blogger.